JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kerahkan Kader Dukung Yuni-Suroto, Paryono: Kalau Pilih Kotak Kosong, Masyarakat Akan Rugi Sendiri!

Anggota DPR RI, Paryono. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Anggota DPR RI asal Dapil Jateng VI, Paryono mengajak masyarakat Sragen menyukseskan Pilkada 9 Desember dengan datang ke TPS untuk menyalurkan hak pilihnya.

Secara spesifik, legislator PDIP asal Karanganyar itu mengisyaratkan masyarakat agar mencoblos paslon yang ada yakni Yuni-Suroto.

Sebab jika sampai memilih kotak kosong, maka justru akan berdampak buruk merugikan masyarakat sendiri.

“Karena kalau milih kotak kosong nggak ada manfaatnya. Soalnya kotak kosong kalau diajak gelut ya ngak bisa, wong ya kosong,” ujarnya setengah berkelakar saat hadir bersilaturahmi dengan kadernya di Ngrampal, Sragen, Jumat (27/11/2020).

Paryono kemudian menyampaikan bahwa kotak kosong memang sebuah pilihan yang diatur secara regulasi dan harus dihargai. Akan tetapi, jika memilih kotak kosong maka sama artinya dengan membuang kemanfaatan.

Ia menggambarkan kotak kosong jika dimintai bantuan maka tidak akan bisa merespon. Kerugian lain jika sampai menang kotak kosong, maka rakyat akan kehilangan APBD puluhan miliyar untuk membiayai Pilkada.

“Memang kotak kosong itu pilihan politik masyarakat. Tapi kalau menang (kotak kosong) apa bisa melayani masyarakat. Kan ndak mungkin. Lalu uang puluhan milyar mubazir dan harus mengadakan Pilkada ulang lagi,” terangnya.

Baca Juga :  Karangan Bunga Viral yang Gegerkan Pernikahan warga Masaran Sragen Bertuliskan "Selamat Menikmati Uang Haram Rp 1 Miliar dari Nilep Arisan" Berujung Laporan Balik. Pengantin Perempuan Tak Terima dan Lapor Polisi, Tuntutannya Bikin Kaget!

Ia menjelaskan kalau ada yang mengerakan masyarakat untuk memilih kotak kosong itu sama artinya mengajak menghamburkan APBD.

Karenanya ia mengajak untuk masyarakat untuk menyikapi pesta demokrasi yang sebaik-baiknya, berfikir logis agar tidak menghambur-hamburkan uang rakyat.

“Kalau kotak kosong sampai menang, kan nggak ada bupatinya dan hanya di-PJ. PJ itu nggak punya kewenangan dalam mengelola APBD. Dampaknya pembangunan bisa terhambat dan akhirnya yang rugi masyarakat sendiri. Makanya biar bermanfaat enek calone ya dipilih. Karen secara de facto masyarakat Sragen menghendaki Mbak Yuni jadi Bupati. Wong nyatanya calonnya cuma satu,” kata dia.

Paryono juga menjelaskan meski digelar di masa pandemi covid-19, masyarakat tak perlu resah atau takut datang ke TPS.

Sebab Komisi II DPR RI yang dibidanginya sudah berulangkali memastikan dan menyakinkan soal penyelangara Pilkada tetap aman karena diterapkan protokol kesehatan.

“Mulai dari proses datang ke TPS harus cuci tangan, mengunakan hand sanitizer, pakai masker dan selesai harus cepat pulang. Dan petugas juga sudah dirapid semuanya. Selama protokol kesehatan digunakan aman aman saja. Ngapain harus takut?” tukasnya.

Baca Juga :  Ciptakan Sejarah Bersama Suroto, Bupati Yuni Berharap Masa Jabatan Tetap 5 Tahun. Fokus Infrastruktur dan Rombak Aura Gunung Kemukus di Periode Kedua

Meski demikian, pihaknya juga tetap menghargai lantaran kotak kosong adalah bagian demokrasi dan keputusan-keputusan politik masyarakat dalam memilih.

Di sisi lain, Paryono menyampaikan kehadirannya siang tadi dalam rangka silahturahmi dengan mengundang 11 Ketua PAC PDIP sekaligus koordinator kecamatan (korcam) yang pernah menjadi relawannya ketika Pileg 2019 lalu.

Ia memastikan pertemuan itu tidak ada agenda khusus atau urusan politik. Namun di kesempatan itu, ia juga menyelipkan pesan agar korcamnya itu tetap terjun membantu Yuni-Suroto di Pilkada Sragen.

“Teman-teman saya dan kader-kader saya, memang saya minta untuk membantu mbak Yuni untuk menggerakan masyarakat hadir ke TPS pada 9 Desember. Saya sebagai kader PDI Perjuangan punya kewajiban membantu memenangkan. Yakni dengan menggerakkan pemilih, mengerakkan teman-teman partai baik teman- teman saya dan kader kader saya semuanya supaya masyarakat hadir ke TPS,” tandasnya. Wardoyo