JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Ini Wajah Pembobol Alfamart Pojok Yang Raup Rp 60 Juta. Dikejar Sampai Jatim, Yang 3 Masih Diburu

Foto/Humas Polda
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

Foto/Humas Polda

BLORA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Satreskrim Polres Blora Polda Jawa Tengah berhasil menangkap seorang pria berinisial MFP, (28) salah satu warga Kecamatan Kriyan Kabupaten Sidoarjo, Kamis, (22/10/2020) lalu.

MFP ditangkap lantaran diduga telah melakukan pembobolan terhadap Supermarket Afamart di wilayah jalan Raya Blora – Cepu KM 07 tepatnya turut Desa Pojok Watu Kecamatan Sambong Kabupaten Blora, Minggu (6/09/2020) lalu.

Kapolres Blora Polda Jawa Tengah AKBP Ferry Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Setiyanto mengungkapkan, sempat buron selama satu bulan, petugas melakukan pengejaran hingga ke wilayah Jawa Timur dan Jawa Barat.

Baca Juga :  Pembunuhan Sadis Gadis ABG di Hotel Bandungan Semarang Terungkap. Korban Dibantai Usai Ngamar, Pelakunya Tak Disangka Ternyata...

Akhirnya tersangka berhasil diamankan oleh Tim Buser Satreskrim Polres Blora yang dipimpin oleh Kaur Bin Ops Iptu Edi Santosa saat berada di wilayah Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik Jawa Timur.

Kasat Reskrim membeberkan tersangka berhasil diamankan berikut barang bukti berupa satu unit KBM Toyota Agya warna putih.

Lalu satu unit KBM Toyota Kijang warna hijau serta satu buah kunci ring ukuran 8 merk AGE, dan satu unit Hand Phone merk Samsung warna putih serta satu unit Handphone Merk LG.

Baca Juga :  Pamit Cari Rumput Tak Pulang-Pulang, Pemuda asal Karanggayam Ditemukan Bunuh Diri Nggantung di Tengah Hutan

Lebih lanjut, Kasat Reskrim menguraikan bahwa menurut keterangan tersangka, dirinya tidak sendiri dalam menjalankan aksinya dan petugas telah mengantongi tiga identitas tersangka lainnya.

“Atas kejadian pembobolan di Alfamart tersebut, korban mengalami kerugian RP. 60.000.000 lebih dan saat ini kasus terus kita kembangkan,” ungkap Kasat Reskrim.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara”, pungkas Kasat Reskrim. Edward