JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Perspektif Yogyakarta Gelar Pesta Gambar untuk Anak-anak Secara Virtual


YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pandemi Covid-19 sudah berlangsung hampir 9 bulan dan tak bisa diketahui kapan akan berakhir. Hampir seluruh sendi kehidupan masyarakat terpuruk.

Salah satu bidang yang terdampak secara langsung adalah dunia pendidikan. Metode baru pendidikan di masa pandemi dipilih menggunakan jaringan internet (on line).

Akibat sistem pendidikan secara daring, terkhusus bagi anak-anak, tak jarang
muncul rasa jenuh dan bosan. Secara naluriah, jiwa anak-anak adalah bermain
bersama teman sebaya mereka.

Namun, kini semua itu hilang. Setiap hari anak-anak harus selalu berada di dalam rumah, mengikuti pelajaran bersama guru mereka secara virtual melalui gadget.

Kesempatan bermain anak-anak sebagai makhluk homo ludens , terampas.

Sejauh ini, dirasa masih sangat jarang pihak-pihak yang memikirkan dampak
psikologis bagi anak-anak selama berada di dalam rumah, terkurung berbulan￾bulan.

Kebutuhan hidup mereka secara sosial nyaris terputus. Situasi monoton menimbukan rasa keterasingan bagi jiwa anak-anak yang selalu ingin bebas. Tak
jarang kondisi tersebut melahirkan frustrasi. Bahkan tidak saja bagi anak, tapi juga bagi orang tua mereka.

Baca Juga :  Khawatir Ekonomi Terpuruk, PKL Malioboro Minta PSTKM Tak Diperpanjang

Melihat hal tersebut, Perspektif Yogyakarta, sebuah kelompok yang selama ini peduli terhadap isu-isu disabilitas dan kemanusiaan, memandang perlu diadakan kegiatan bagi anak-anak dengan memberi mereka aktivitas positif, yakni berkreasi seni rupa berupa menggambar, yang bisa dikerjakan dari rumah masing-masing.

Diharapkan, anak-anak sebagai peserta dapat meluapkan rasa jenuh, kegusaran,
impian, harapan, kesaksian dan sebagainya, melalui aktivitas menggambar.

Dengan demikian, kegatan itu diupayakan bisa menjadi terapi bagi anak-anak yang memiliki dunia polos dan jujur. Efek penguatan mental melalui art therapy diharapkan lahir dari kegiatan ini.

Untuk itu, Perpektif menggelar kegiatan bertajuk Pesta Gambar Kisah Anak-anak tentang Pandemi Covid-19. Acara tersebut diadakan secara on line (virtual) demi mempertimbangkan protokol kesehatan.

Selain itu, perhelatan itu juga dikawal oleh orang-orang yang berkompeten di bidangnya.

Agoes Widhartono dalam rilisnya ke Joglosemarnews menjelaskan, lomba tersebut diperuntukkan bagi anak-anak usia pra sekolah hingga siswa sekolah dasar kelas 6 maupun anak-anak siswa Sekolah Luar biasa (SLB).

Baca Juga :  Tak Ada Sanksi Bagi Masyarakat DIY Yang Menolak Divaksin Covid-19, Ini Alasannya

“Kegiatan ini terbuka bagi siapa saja di seluruh Indonesia, karena diadakan secara daring (on line),” ujarnya.

Para peserta dibagi-bagi dalam tiga kategori, yakni kategori anak prasekolah, kategori anak kelas 1-3 SD dan kategori anak kelas 4-6 SD.

Pendaftaran dibuka pada tanggal 25 November sampai dengan 15 Desember 2020 dengan link pendaftaran : http://bit.ly/FilePestaGambarAnak.

Setiap anak dimintai kontribusi pendaftaran sebesar Rp 25.000. Setiap peserta akan mendapatkan fasilitas E-Sertifikat, seluruh karya peserta akan dipamerkan secara virtual dan dibukukan.

“Untuk setiap kategori, akan ditetapkan tiga karya terpilih,” paparnya.

Peserta yang karyanya terpilih, akan mendapatkan uang pembinaan, piagam dan buku kumpulan karya peserta. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada 25 Desember 2020.

Kompetisi dalam pesta gambar ini tidak tanggung-tanggung karena melibatkan dewan juri yang sangat berkompeten yakni Hendrik Schroeder (pemerhati pendidikan), Kuss Indarto (kurator seni rupa) dan Agoes Widhartono (wartawan senior). suhamdani