JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Bukan Menakut-Nakuti, 200 Petugas Swab Disiagakan Tes Semua Pendatang Yang Masuk di 4 Titik Exit Tol Karanganyar. Kapolres: Demi Kebaikan Bersama!

Petugas swab yang disiagakan Polres Karanganyar. Foto/Beni

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi menegaskan kebijakannya untuk menempatkan sebanyak 200 petugas swab anti gen di 4 exit tol atau jalur keluar jalan tol wilayah Karanganyar bukan untuk menakut-nakuti warga yang akan masuk ke Karanganyar.

Namun kebijakan itu lebih dimaksudkan untuk mencegah penyebaran covid. Selain itu kebijakan tersebut untuk mendorong kesadaran masyarakat akan bahayanya penyebaran covid serta pentingnya swab.

Hal itu disampaikan Kapolres AKBP Leganek Mawardi, Selasa (22/12/2020). Ia mengatakan Polres tetap konsisten melaksanakan kebijakan tersebut.

Meski diakuinya, kebijakan itu bisa disalahtafsirkan dianggap membuat takut masyarakat yang hendak masyarakat yang masuk ke Karanganyar pada liburan Natal dan Tahun Baru.

Baca Juga :  Dampak Penutupan PKL di Karanganyar, Rumah Makan Padang  pun Diserbu Pembeli Kebanyakan Dibawa Pulang

“Kami tidak menakut-nakuti justru ini merupakan langkah nyata pencegahan penyebaran covid,” paparnya.

Kapolres menjelaskan momentum liburan Natal dan Tahun Baru berpotensi menimbulkan kerumunan di mana-mana.

Termasuk tempat keramaian seperti kawasan wisata dan pusat kota. Hal ini dipicu potensi meningkatnya volume kedatangan warga, baik itu pemudik atau wisatawan.

Untuk itulah dilakukan kebijakan swab anti gen di 4 exit tol wilayah Karanganyar. Yakni Exit tol Ngasem, Gondangrejo, Klodran dan Kebakramat tempat jalur keluar kendaraan dari berbagai daerah luar kota.

Untuk antisipasi ini total disiagakan sebanyak 200 petugas swab dari Polri.
Petugas akan melakukan swab ataupun rapid gen dengan sistem on the spot yakni random secara acak bagi pengendara yang melintas di 4 exit tol tersebut.

Baca Juga :  Duh, 5 Santri di Ponpes Tahfiz Daarul Qur'an Colomadu Karanganyar Positif Terpapar Covid-19. Asrama Putri Langsung Dikosongkan, Semua Santriwati Diminta Dipulangkan!

Selanjutnya jika diswab tidak reaktif maka pengendara boleh melanjutkan perjalanan. Namun jika diketahui positif akan dibawa ke RSUD setempat.

“Sebenarnya masyarakat tidak perlu takut dan justru inilah diperlukan penyadaran bersama pentingnya rapid test atau swab,” ungkapnya.

Menurut Kapolres, langkah ini justru membantu masyarakat terhadap menjaga kesehatan diri sendiri dan masyarakat serta menjaga protokol kesehatan.

Ia menyebut bahwa tidak ada resistensi pada kebijakan tersebut karena ditujukan untuk kebaikan bersama. Beni Indra