JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Tren Covid-19 Mengkawatirkan, Bupati Karanganyar Putuskan Belajar Tatap Muka Awal Januari Batal Digelar. Warga Punya Hajatan Disarankan Ditunda!

Ilustrasi siswa SD mengerjakan UN

 

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Rencana belajar tatap muka yang sedianya akan dimulai pada bulan Januari 2021 mendatang diputuskan batal.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan pembatalan tersebut dilakukan mengingat terjadinya peningkatan kasus Covid-19 di Bumi Intanpari.

Menurut bupati, ditengah pandemi Covid-19 ini, masih memungkinkan belajar di rumah dengan mekanisme dalam jaringan (daring).

“Januari belum saya ijinkan anak belajar di sekolah dengan tatap muka. Karena memang masih sangat mengkhawatirkan. Anak-anak harus kita lindungi. Mereka harus menjadi generasi yang sehat. Kita jaga mereka,” kata Bupati kepada wartawan kemarin.

Baca Juga :  Berikut Daftar 70 Warga Sragen yang Positif dan Meninggal Dunia Hari Ini. Total Kasus Jadi 3.990, Pasien Sembuh 3.379 Orang, Tersebar di Banyak Kecamatan!

Dikatakan bupati, penundaan pembelajaran dengan tatap muka ini dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Yang jelas, belajar jarak jauh tetap dilanjutkan dengan nuansa yang menggembirakan,” ujarnya.

Disisi lain, orang nomor satu di Karanganyar tersebut menjelaskan bagi warga yang berencana akan menggelar hajatan sebaiknya ditunda.

Baca Juga :  Sudah 20 Warga Desa Gawan Tanon Sragen Positif Terpapar Covid-19 dan 2 Meninggal Dunia. Satgas Gencarkan Razia Kerumunan di Warung-warung Malam Hari, Yang Tak Pakai Masker Dihukum

Namun jika sudah dipastikan waktuya, tetap dilaksanakan dengan catatan sistem air mengalir, tanpa ada kerumunan.

“Siapapun ingin punya hajat. Jika belum direncanakan hari dan tanggalnya, sebaiknya ditunda. Tapi jika sudah dipastikan waktunya, sistem hajatannnya ya dengan banyu mili (air mengalir, red). Datang dan pergi, tidak duduk seperti hajatan biasanya. Karena prosesi pernikahan itu ada pada akad nikahnya atau ijab kabulnya. Bukan resepsinya,” tandasnya. Wardoyo