JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Tahun Ini Tak Ada Perayaan Imlek di Solo

Suasana di kawasan Pasar Gedhe Solo, Minggu (27/1/2019) malam. Triawati

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Panitia Bersama Imlek 2572/2021 Solo memutuskan untuk meniadakan perayaan tahun baru Imlek yang akan jatuh pada tanggal 12 Februari 2021 mendatang. Hal itu dilakukan melalui pertimbangan kondisi pandemi dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Solo saat ini.

Ketua Panitia Bersama Imlek 2571/2021, Sumartono Hadinoto mengatakan, secara umum pihaknya memahami kondisi pandemi covid-19 yang belum berakhir meski satu tahun telah berlalu sampai saat ini. Bahkan dengan penerapan PPKM di seluruh Pulau Jawa dan Bali termasuk di Solo, menandakan jika penyebaran covid-19 belum terkendali.

“Atas pertimbangan itulah maka kami memutuskan untuk meniadakan semua bentuk kegiatan perayaan Imlek tahun ini. Berbeda dengan tahun sebelumnya dimana perayaan Tahun Baru China atau Imlek ini dirayakan besar-besaran dengan beberapa kegiatan,” paparnya, Senin (11/1/2021).

Baca Juga :  Terapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), Polda Jateng Akan Gelar Operasi Yustisi Minimal 3 Kali Sehari di Daerah Ini

Sebelum memutuskan untuk meniadakan perayaan Imlek tahun ini, Sumartono mengaku telah melakukan konsultasi dengan Pemkot Solo. Dirinya juga menyadari dampak perekonomian yang ditimbulkan akibat covid-19 ini.

“Khususnya bagi para pengusaha, sedikit banyak pasti berdampak. Namun saya harap, di tengah pandemi ini pengusaha tetap bisa memberikan bantuan besar atau kecil kepada warga yang membutuhkan. Kalau tidak ada perayaan Imlek, bisa dialihkan dengan memberikan bantuan pada orang yang lebih membutuhkan,” paparnya.

Di sisi lain, Sumartono juga mengajak seluruh masyarakat untuk berkomitmen bersama menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dimanapun berada untuk melewati pandemi.

Baca Juga :  Setelah Dilantik Jadi Wali Kota Gibran Akan Prioritaskan Penanganan Covid-19 Terutama dalam Pemulihan Ekonomi

“Dengan tidak adanya acara Imlek di Solo teman-teman pengusaha bisa tetap berbagi dalam bentuk apapun, sebesar atau sekecil apapun untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan. Mungkin dengan mengubah konsep acara Imlek menjadi acara berbagi untuk yang membutuhkan.

Dan dalam kondisi semakin serius seperti saat ini, saya berharap semua masyarakat bisa bersama-sama kita lebih serius untuk disiplin menjalankan 4 M (memakai masker, menghindari kerumunan, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun) serta lebih serius untuk menjalankan Jogo Tonggo,” pungkasnya. Prihatsari