JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Wah, 626 Pedagang di Karanganyar Dapat Uang Kaget Rp 300.000 Gara-gara PPKM. Ninik Mengaku Tak Mengira!

Ilustrasi uang

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ratusan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Lawu, seputar Alun-Alun Karanganyar dan Taman Pancasila menerima bantuan sebesar Rp 300 ribu, sebagai kompensasi atas penutupan usahanya selama PPKM berlangsung.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan ada 626 pedagang yang menerima bantuan kompensasi.

“Jangan dilihat nilainya, tapi ini perhatian dari pemerintah, karena mereka kehilangan penghasilan. Mereka kan berjualan di area fasilitas umum, yang harus ditutup selama PPKM berlangsung,” kata Bupati kepada wartawan, Kamis (21/1/2021).

Teknis pembagian bantuan ditangani Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM (Disdagnakerkop UKM). Di mana pedagang diminta menunjukkan KTP dan kartu tanda anggota PKL untuk pengambilannya. Jika lolos verifikasi, maka bantuan langsung diterimakan.

NInik Purwanti, penjual sosis di Alun-Alun Karanganyar mengaku bersyukur, mendapat bantuan yang bisa meringankan beban karena tak bisa berjualan.

“Alhamdulillah. Tidak mengira, tapi berharap dapat. Ya, bisa buat kebutuhan rumah. Sebab setelah PPKM, pendapatan menyusut. Hanya bisa jualan di rumah,” katanya.

Baca Juga :  25 Nama Dilantik Jadi Pengawas Sekolah di Karanganyar. Bupati Sebut Pengawas Punya Andil dalam Pengawasan Manajerial Pendidikan!

Suroto, penjual mi ayam di Alun-Alun mengaku kehilangan pendapatan cukup besar, akibat PPKM.

“Biasanya, sehari dapat keuntungan Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu. Sekarang gak ada pemasukan,” ujarnya.

Sementara, Bupati Juliyatmono belum memutuskan, apakah pelaksanaan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) di Karanganyar akan diperpanjang dua pekan atau tidak.

Bupati mengaku, sejauh ini belum menerima instruksi terkait rencana perpanjangan PPKM setelah 25 Januari.

Hal itu disampaikan, menyusul adanya informasi dari pemerintah pusat yang menyebutkan bahwa PPKM di Jawa-Bali akan diperpanjang, karena kasus Covid-19 belum mereda.

“Saya belum terima instruksi soal perpanjangan. Belum dapat suratnya, apakah harus diperpanjang atau tidak. Kan mestinya wilayah tertentu, tidak semuanya diberlakukan perpanjangan,” katanya.

“Kalau saya pribadi, saya memilih tidak melanjutkan PPKM. Biar masyarakat kembali beraktivita, tapi tetap dikontrol, diedukasi dan sosialisasi soal disiplin personal. Kalau tidak ada disiplin diri, meski PPKM diterapkan, ya pandemi tidak selesai-selesai,” lanjutnya.

Baca Juga :  Sejumlah Profesor Peneliti dari UNS, UGM dan Undip Ungkap Ada Potensi Pembangkit Listrik Luar Biasa di Desa Berjo Karanganyar!

Menurutnya, disiplin masyarakat adalah kunci untuk menekan penyebaran kasus Covid-19. Di manapun, dalam aktivitas apapun, penerapan protokol kesehatan harus dijaga.

Disinggung soal efektivitas PPKM dalam upaya menekan kasus Covid-19, Bupati menilai, program itu lebih cenderung untuk menyosialisasikan protokol kesehatan secara masif dan serempak, sehingga masyarakat lebih sadar bahwa Covid-19 nyata adanya.

Dia menambahkan, masih akan menunggu perkembangan informasi lebih lanjut, untuk menentukan apakah PPKM di Karanganyar akan diperpanjang atau tidak.

“Nanti dievaluasi, dilihat perlu ditambah durasinya atau tidak. Sebab, keputusan yang diambil jangan sampai memunculkan kerawanan sosial. Sebab ada dampak di sektor ekonomi juga. Pelaku usaha butuh kepastian,” imbuhnya. Wardoyo