JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Telegram Pedoman UU ITE Diterbitkan, Orang Berperkara Tak Akan Ditahan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Foto: YouTube/Sekretariat Presiden

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus ujaran kebencian, termasuk pencemaran nama baik, fitnah, atau penghinaan akan diselesaikan dengan cara mediasi.

Hal itu merujuk pada telegram Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang berisi penanganan perkara Undang-Undang Informatika dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Memedomani Pasal 27 ayat 3 Undang-undang ITE, Pasal207 KUHP, Pasal 310 KUHP, Pasal 311 KUHP,” demikian tertulis dalam TR bernomor ST/339/II/RES.1.1.1./2021 bertanggal 22 Februari 2021 yang diterima Tempo.

Selain itu, kasus tindak pidana yang berpotensi memecah belah bangsa, seperti yang mengandung unsur SARA, kebencian terhadap golongan atau agama atau ras dan etnis, juga bisa diselesaikan mediasi.

Baca Juga :  Dengar Suara Wanita Mandi di WC Umum, Pria Ini Nekat Lecehkan Ibu Muda di WC Umum, Pura-pura Pinjam Sikat Cuci

“Memedomani Pasal 28 ayat 2 UU ITE, Pasal156 KUHP, Pasal 156a KUHP, Pasal 4 UU No 40 Tahun 2008, serta tindak pidana penyebaran berita bohong yang menimbulkan keonaran memedomani Pasal 14 ayat 1 UU No 1 Tahun 1946.”

Baca Juga :  Ini Kronologi Penangkapan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan 2 Tersangka Kasus Dugaan Suap, Uang Rp2 Miliar Turut Diamankan KPK

Selain itu, mereka yang berperkara dalam tindak pidana yang disebutkan, tidak akan ditahan.

“Dan dapat diselesaikan dengan cara restorative justice.”

Adapun untuk pelaksanaan gelar perkara UU ITE, diperintahkan untuk melalui virtual meeting bersama Kepala Badan Reserse Kriminal atau Bareskrim dan Direktur Tindak Pidana Siber dalam setiap tahap penyidikan dan penetapan tersangka.

www.tempo.co