JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bikin Pilu, Pesan Terakhir Sertu Bambang Priyanto, Awak KRI Nanggala-402 Asal Sragen ke Istrinya. “Jaga Anak-anak Mi”!

Kakak kandung Sertu Bambang, Sri Rahayu. Foto/Wardoyo
PPDB
PPDB
PPDB

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Musibah tenggelamnya Kapal Selam KRI Nanggala-402 di perairan utara Bali, menyisakan cerita memilukan bagi bangsa maupun keluarga para awak.

Salah satunya kisah pilu dari keluarga awak kru asal Sragen, Sertu Bambang Priyanto (40).

Meski tidak ada firasat khusus, keluarga sempat menceritakan momen haru sebelum Sertu Bambang berangkat berlayar terakhirnya pada Senin (19/4/2021) silam.

Di mana saat berangkat, Sertu Bambang sempat menyelipkan pesan kepada sang istri, Heppy Liswiyani. Dalam pesannya, Bambang meminta agar anak-anaknya dijaga dengan baik.

“Kalau firasat khusus nggak ada. Kemarin pas kami ke Surabaya, Tante (istri Bambang) cuma cerita mau berangkat itu, Bambang bilang jaga anak-anak Mi,” ujar kakak kandung almarhum, Sri Rahayu (45) ditemui di kediaman orangtua di Ngadirejo, Puro, Karangmalang, Kamis (29/4/2021).

Ucapan jaga anak-anak itu, menurutnya, sebenarnya biasa dilontarkan oleh adik bungsunya itu. Setiap berangkat tugas, Bambang memang selalu menyelipkan pesan serupa kepada sang istri.

“Lha kalau sakit siapa yang njaga. Memang sudah tiap hari begitu,” katanya.

Namun ia tidak menyangka, jika kalimat pesan pada Senin itu bakal menjadi yang terakhir. Sri mengenang sosok Bambang sebagai suami yang sangat sayang sama anak istri.

Sebelum kejadian, semua juga dianggap wajar dan tidak ada yang berbeda dari Bambang. Termasuk saat Bambang hendak pamit dari kediaman orangtua usai hadir di tahlilan 100an hari meninggalnya ibu pada 20 Maret lalu.

“Biasanya pamit saya cuma cium tangan, kemarin saya dirangkuli,” ujar Sri sembari menitikkan air mata.

Bambang adalah anak terakhir dari enam bersaudara. Ia meninggalkan tiga anak dengan yang terbesar kelas 2 SMP, lalu kelas.V SD dan terakhir masih PAUD.

Sebelum berlayar, prajurit kelahiran Dukuh Ngadirejo RT 30/13, Desa Kroyo, Karangmalang, Sragen itu juga sempat menyatakan pesimismenya bisa kembali berlayar.

Kepada kakaknya, Sertu Bambang sempat melontarkan pesimismenya sembari menggambarkan kondisi kapal itu.

“Terakhir ke sini pas peringatan 100 harinya mboke (almarhum ibu). Dia sempat bilang ke suami saya, aku wis gak layar yake mas, kapalku wis tuwo. (Mungkin aku sudah nggak berlayar lagi Mas. Kapalku sudah tua). Setelah itu dia berangkat pulang ke Surabaya,” papar kakak kandung Sertu Bambang, Sri Rahayu (44) kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (23/4/2021) lalu.

Sri Rahayu (45) menguraikan kali terakhir bertemu adiknya itu pada 20 Maret 2021 lalu di kediaman orangtua yang tinggal di sebelah rumahnya.

Saat itu, Bambang pulang untuk menghadiri peringatan 100 hari meninggalnya almarhumah ibunya, Sujiyem.

Sebelum pamit pulang ke Surabaya, kala itu Bambang memang sempat melontarkan kalimat kemungkinan sudah tidak akan berlayar lagi karena kondisi kapalnya sudah tua.

Setelah itu, Sri kemudian kontak lagi memastikan bahwa adiknya sudah sampai di kediaman Surabaya. Sampai kemudian datang kabar bahwa KRI Nanggala-402 hilang kontak pada Rabu (21/4/2021).

Dari informasi istri Bambang, Bambang memang ikut berlayar di KRI Nanggala dan berangkat Senin (19/4/2021) habis sahur.

Sri menuturkan kali pertama mendengar kabar hilangnya KRI Nanggala dari berita di televisi.

Setelah itu, ia berinisiatif mengkroscek ke istri Bambang, Heppy Liswiyani yang saat ini berdomisili di Perumahan Surabaya. Dari keterangan sang istri, membenarkan bahwa Bambang memang berada di kapal itu.

“Begitu saya lihat berita TV, saya langsung telepon kantor istrinya. Dia bilang benar, Bambang ikut kapal itu, berangkat Senin kemarin habis sahur. Dia njawab telepon sambil nangis, saya juga nangis,” urainya. Wardoyo