JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Kebijakan Larangan Mudik, Pengusaha Rental Mobil di Solo Mengaku Kehilangan Omzet Puluhan Juta Rupiah

Ilustrasi mobil. Pixabay

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Regulasinya masih ditata, kebijakan larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah telah berimbas pada para pelaku usaha rental mobil dan travel di Solo. Para pelaku usaha rental mengklaim mengalami kehilangan omzet hingga puluhan juta rupiah akibat penerapan kebijakan tersebut.

Salah satu pelaku usaha rental mobil dan travel di Solo, Adji Atmodiwiryo mengungkapkan, sebelumnya dirinya berharap dengan kondisi pandemi covid-19 yang mulai terkendali memberikan harapan diberlakukannya kebijakan boleh mudik.

Baca Juga :  Sambangi Posyan Benteng Vastenburg Solo, Senkom Mitra Polri Berikan Bingkisan Kepada Anggota Polisi

“Tapi ternyata mudik masih belum boleh, seperti tahun sebelumnya. Tapi untuk kali ini, kami sudah sempat menerima orderan khususnya untuk momen lebaran,” paparnya, Kamis (15/4/2021).

Pemilik Ajibon Trans tersebut menambahkan, sejumlah orderan untuk lebaran 2021 terpaksa dibatalkan oleh pelanggan setelah diterapkan kebijakan larangan mudik tersebut.

“Kerugian untuk orderan yang ditunda saat hari H lebaran sudah mencapai sekitar Rp 50 juta. Mayoritas pelanggan adalah tamu dari luar kota,” terangnya.

Baca Juga :  Kedatangan dan Keberangkatan Penumpang di Bandara YIA Melonjak Tajam Menjelang Larangan Mudik

Ditambahkan pelaku usaha mobuol rental Goedang Transport, Oky Orlando, momen lebaran dan mudik merupakan momen paling ditunggu pelaku usaha rental mobil dan travel.

“Lebaran adalah momen yang paling kami tunggu. Maka.sangat disayangkan ternyata dilarang. Saat lebaran dalam satu hari saja bisa mengeluarkan setidaknya 50 unit mobil rental berbagai jenis,” tukasnya. Prihatsari