JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Gawat! Tren Kasus Kekerasan Anak Meningkat di Wonogiri, Begini Antisipasi yang Dilakukan Pemkab Bersama Pengusaha Hotel dan Hiburan

Bupati Joko Sutopo. JSnews. Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM
Terjadi lagi tren kanaikan kasus kekerasan terhadap anak di Wonogiri. Lantaran itu Pemkab Wonogiri segera mengambil langkah antisipatif.

Antisipasi itu adalah meminta para pelaku usaha hotel dan hiburan di Wonogiri untuk mengetatkan aturan bagi anak di bawah umur.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan kejadian kasus kekerasan anak di Wonogiri ada tren peningkatan. Hal itu berdasarkan laporan yang ia terima dari Dinas Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB dan P3A) Wonogiri, Satreskrim Polres Wonogiri dan Satpol PP Wonogiri.

Baca Juga :  Kasus Sabu Nambangan Selogiri Wonogiri, Warga Solo Ditangkap Polisi

Menurut dia, harus ada upaya pencegahan dengan cara membangun sinergitas dan komitmen kepada para pihak yang terlibat. Harus ada langkah persuasif yang dilakukan. Salah satu pihak yang terlibat yakni para pelaku usaha hotel dan hiburan.

“Kami berharap para pelaku usaha hotel dan hiburan mempunyai sistem deteksi dini terhadap para pengunjung. Jika ada anak di bawah umur jangan direspon. Kalau perlu diamankan dan dimintai identitasnya. Kemudian bisa berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Anak ini siapa, tujuannya apa harus jelas,” kata dia belum lama ini.

Baca Juga :  Duarrr!Kebakaran di Sukoroyom Wetan Pucanganom Giritontro Bikin 1 Rumah Hangus

Jika hal itu bisa dilakukan oleh para pelaku usaha, menurut dia, ada harapan untuk menekan dan mempersempit ruang gerak pelaku. Jika hanya mengandalkan produk hukum, masyarakat bawah tidak tahu. Mereka tidak tahu ancamannya apa.

Menurut Jekek, sapaan akrab Bupati Wonogiri, kenaikan kasus kekerasan anak tidak signifikan. Namun berbagai upaya untuk mencegah agar tidak semakin banyak harus segera dilakukan.

Pada 2019 ada 19 kasus kekerasan anak di Wonogiri. Pada 2020 ada 21 kasus. Sedangkan pada 2021, Januari-April sudah ada 16 kasus.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com