JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Awas! Anak di Bawah Umur Dilarang Masuk Hotel di Wonogiri, Jika Dilanggar Siap-siap Izinnya Dicabut Soalnya Kasus Kekerasan Terhadap Anak Melonjak Loh

Deklarasi pelaku pariwisata Wonogiri mengantisipasi kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur. Joglosemarnews.com/Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM
Pemkab Wonogiri meminta para pelaku usaha hotel dan hiburan di Wonogiri untuk mengetatkan aturan bagi anak di bawah umur. Langkah ini dipertegas dengan adanya komitmen bersama di antara pelaku usaha pariwisata di Wonogiri.

Para pelaku usaha yang terdiri dari pengusaha hotel, karaoke, rumah makan, dan daya tarik wisata lainnya sepakat melakukan pencegahan dini kekerasan terhadap anak. Deklarasi komitmen digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Senin (31/5/2021) disaksikan Wakil Bupati Setyo Sukarno, dan pejabat lainnya.

Komitmen itu sebagai tindak lanjut rapat koordinasi yang digelar beberapa waktu lalu. Rakor dipimpin Bupati Wonogiri Joko Sutopo.

Baca Juga :  Waspada Bencana Banjir Tanah Longsor Angin Kencang di Soloraya hingga Pesisir Selatan Menurut Prakiraan Cuaca Jateng Minggu 29 Januari 2023

“Kami berharap para pelaku usaha hotel dan hiburan mempunyai sistem deteksi dini terhadap para pengunjung. Jika ada anak di bawah umur jangan diperbolehkan masuk. Kalau perlu diamankan dan dimintai identitasnya. Kemudian bisa berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Anak ini siapa, tujuannya apa harus jelas,” kata Bupati Wonogiri Joko Sutopo.

Jika hal itu bisa dilakukan oleh para pelaku usaha, menurut dia, ada harapan untuk menekan dan mempersempit ruang gerak pelaku. Jika hanya mengandalkan produk hukum, masyarakat bawah tidak tahu. Mereka tidak tahu ancamannya apa.

“Ketika kami melakukan razia dan didapati ada anak di bawah umur sedang check in, izin usaha akan kami bekukan. Itu akan berdampak pada iklim investasi. Kami tidak mau terjadi seperti itu, maka mari bersama bangun iklim dan sistem baru atas data serta fakta yang ada. Jika komitmen dilanggar, bisa kami cabut,” kata dia.

Baca Juga :  Program Seragam Sekolah Gratis 2023 Kembali Berlanjut, Segini Anggarannya

Dalam kasus ini, menurut pria yang akrab disapa Jekek ini, bukan berarti kejadian kekerasan terjadi di hotel atau tempat hiburan. Kasus seperti itu ada fase atau tahapannya. Jadi tidak langsung terjadi pada kejadian pertama. Namun ada fase pengulangan yang dilakukan sebelum terjadi kasus kekerasan.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com