JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Serasa Piknik Gratis, Pemudik di Desa Lereng Gunung Lawu Ini Disiapkan Tenda untuk Karantina Mandiri. Dijamin Bakal Kerasan, Yang Mau Nengok Juga Disediakan Pendapa

Tenda untuk karantina mandiri pemudik di Desa Berjo, Karanganyar. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Memasuki mudik di masa pandemi, sejumlah desa mulai berlomba-lomba menerapkan kebijakan pengetatan dengan menyiapkan lokasi karantina.

Jika di Sragen ada yang menyiapkan rumah hantu, rumah anker dan lain-lain, di Karanganyar ada satu desa yang menerapkan karantina namun dijamin malah menyenangkan.

Kebijakan karantina di tenda itu diterapkan di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar. Pemdes setempat membuat kebijakan menyiapkan tenda khusus untuk karantina mandiri bagi pemudik yang pulang.

Berada di ruang terbuka dengan suasana perbukitan lereng Lawu kerap jadi terapi jiwa. Ditambah santap secara cuma-cuma bagi perantau yang nekat mudik, diharapkan membuatnya betah selama masa karantina.

Kades Berjo, Suyatno mengatakan pihaknya kembali mendirikan tempat karantina di lokasi paling menyegarkan.

Tahun lalu, Pemdesnya juga mendirikan tempat karantina bagi warga perantau yang pulang ke kampung halaman jelang lebaran, di Telaga Madirda.

Baca Juga :  Karanganyar Berduka, Satu Orang Korban Keracunan Takjil di Karangpandan Akhirnya Meninggal Dunia. Korban Berusia 71 Tahun, 62 Korban Masih Dirawat

Lokasi itu dikelilingi bukit lereng Lawu dan menyediakan udara segar nan sejuk. Sekarang, tempat karantina itu digeser ke Buper Al Amin di Dusun Tambak.

Ada empat tenda doom masing-masing ukuran 2X2 meter. Di lahan berukuran 4.000 meter persegi itu, bisa dibangun sampai 18 tenda.

“Jika sudah terlanjur mudik ke Berjo, tidak lantas ditolak. Tapi harus karantina dulu 5-10 hari di Buper Al-Amin Dusun Tambak. Dijamin tak bosan,” kata Suyatno kepada wartawan, Sabtu (1/5/2021).

Di empat tenda itu telah dipasang nomor 1-4. Warga Berjo yang pulang mudik tidak akan tertukar tendanya.

Apalagi diawasi pengelola buper dari karang taruna, bidan desa dan perangkat desa serta babinsa. Selama menjalani masa karantina, seluruh kebutuhan makan dan minum disediakan. Keluarga juga boleh membesuk asalkan patuh prokes.

Baca Juga :  Heboh Keracunan Takjil di Karanganyar, Masih Tunggu Hasil Uji Lab Puskesmas

“Ada pendopo yang bisa didesain ruang besuk terbatas. Aturan karantina ini dibuat agar memutus penyebaran kasus Covid-19,” katanya.

Tercatat sebanyak 226 warga Berjo masih di perantauan. Kebanyakan di Kalimantan sedangkan sebagian kecil di Jabodetabek. Juga ada di luar negeri. Dipastikannya, belum satupun pulang mudik.

“Sebaiknya silaturahmi via telepon saja. Kami sudah memerintahkan bayan, kadus, RT dan masyarakat supaya mengawasi kedatangan pemudik. Saat ada yang pulang, langsung diarahkan karantina dulu,” katanya.

Jika telah menyelesaikan masa karantina, dipersilakan berkumpul keluarga. Asalkan tak memunculkan gejala demam dan lainnya. Jika ada gejala, diminta segera melapor ke petugas agar dilakukan pemeriksaan. Wardoyo