JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Cara Unik Ditlantas Polda Jateng Tekan Lakalantas. Budayakan Tiblantas dari Kampung



Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ditlantas Polda Jateng melakukan terobosan baru dalam rangka menekan potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas (Lakalantas).

Kasi Standar Cegah dan Tindak Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jateng, Kompol Sukendro saat melakukan peninjauan ke Desa Jati, Jaten, Karanganyar / Foto Beni Indra

Caranya adalah dengan menekankan posisi  kampung atau desa sebagai tolok ukur keselamatan serta ketertiban dini dalam berlalu-lintas.

Hal itu dikatakan oleh Kasi Standar Cegah dan Tindak Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jateng, Kompol Sukendro saat meninjau Desa Jati, Jaten, Karanganyar.

Kunjungan tersebut dilakukan terkait dengan menjelang final penilaian kampung tertib lalu lintas tingkat Polda Jateng, Selasa (15/6/2021).

Sukendro menggambarkan, start berkendara diasumsikan berangkat dari kampung atau desa, selanjutnya bergerak menuju jalan raya dan seterusnya.

Maka, jelas Sukendro, apabila start awal masing-masing pengendara keluar dari kampung (jika di perkotaan) atau dari dusun (pedesaan) sudah bermodal tertib berlalu lintas, maka akan terbiasa pula tertib dijalan raya.

Selain itu, budaya tertib lalu-lintas dari desa  sebagai modal untuk potensi selamat di jalan raya, meskipun bukan jaminan karena faktor kecelakaan itu luas.

“Namun setidaknya, dengan modal tertib dulu, maka  si pengedara akan lebih tenang di jalan raya,” ujarnya.

Baca Juga :  Proyek Jalan Den Mas Said 1 Dikebut. Akses Masuk Komplek Setda Boyolali Bertambah

Untuk itu, lanjut Kompol Sukendro, fokus Ditlantas Polda Jateng adalah melakukan edukasi tentang tertib berlalu-lintas di perkampungan atau pedesaan.

Dari skala yang paling kecil itulah jika edukasi terus dilakukan maka lambat laun budaya tertib lalu lintas itu akan tumbuh dan besar.

Alhasil, jika warga perkampungan pedesaan sudah taat berlalu lintas maka potensi kecelakaan bisa ditekan karena asumsinya semua pengendara lalu-lintas dijalan raya secara otomatis juga terkondisi tertib.

“Beda ceritanya jika start dari kampung menuju jalan raya susah tidak tertib lalu-lintas, maka di jalan raya pun juga tidak akan tertib sehingga potensi lakalantas sangat mungkin terjadi karena ketertiban lalu-lintas berpangkal pada keselamatan lalu-lintas,” ungkapnya.

Diakui Kompol Sukendro, seiring banyaknya pengendara maka tingkat lakalantas di Jateng terus mengalami kenaikan. Dan salah satu faktor mayoritas terjadinya kecelakaan adalah ketidak tertiban penggendara.

Untuk itu, menurut Kompol Sukendro paradigma tertib berlalu lintas dimulai dari titik nol tertib di desa atau kampung maka akan menjadi kebiasaan tertib pula di manapun.

“Itu salah satu kunci keselamatan berlalu lintas secara universal. Intinya melakukan edukasi regenerasi tertib lalu-lintas  dimulai dari tingkatan terkecil dikampung atau didesa itu adalah salah satu solusi terbaik,” pungkasnya.

Baca Juga :  4.100 Pedagang di Boyolali Divaksin Serentak, Peserta Tersebar di 14 Pasar Tradisional

Sebagaimana diketahui, Desa Jati, Jaten, Karanganyar masuk lima besar lomba Kampung tertib lalu lintas se Polda Jateng.

Dari lima desa wakil tingkat kabupaten atau tingkat Polres itu akan diambil satu juara untuk maju ketingkat nasional. Kelima desa tersebut yaitu dari Karanganyar, Jepara, Semarang, Wonogiri dan dari Kabupaten Grobogan.  Beni Indra