JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Pohon Tua 600-an Tahun di Makam Sri Makurung, Boyolali Tumbang Timpa Mobil dan Tewaskan Pengemudinya

Sebuah mobil ringsek dan pengemudinya tewas tertimpa pohon tua di Makam Sri Makurung, Banyudono, Boyolali saat hujan deras menerjang / Foto: Waskita


BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM Masyarakat di Dukuh Malangan, Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono, Boyolali masih terus memperbincangkan tumbangnya pohon tua di Makam Sri Makurung Handayaningrat.

Mereka tidak mengira bahwa pohon kepuh yang sudah tua tersebut tumbang diterpa angin kencang di tengah hujan deras.

Ngenesnya lagi, batang pohon tersebut menimpa mobil dan menewaskan satu orang di dalamnya. Pohon tersebut diperkirakan berusia lebih dari 600 tahun.

Menurut cerita warga sekitar, makam Raja Pengging tersebut memang masih menjadi jujugan sebagian masyarakat untuk berziarah.

Mereka tak hanya datang dari kawasan Boyolali saja, namun juga kawasan Soloraya.  Bahkan ada pula yang datang dari kota lain di Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Jakarta serta luar Jawa. Ada yang datang untuk berdoa pada pagi hari, ada pula yang siang hari.

Bahkan tak jarang mereka datang pada malam hari. Ada pula yang sengaja datang sore dan sengaja bermalam di tempat itu dan berharap mendapat wangsit.

“Masih banyak yang datang berziarah ke sini. Jika doanya terkabul, mereka kemudian menggelar syukuran. Ada pula yang memperbaiki komplek makam atau mengecat pagar makam,” ujar seorang warga.

Baca Juga :  PPKM Diperpanjang Lagi, Tinggal Dua Titik Penyekatan Dipertahankan di Boyolali

Juru kunci makam, yang biasa dipanggil Mbah Surip mengakui bahwa hingga kini memang masih banyak peziarah datang ke Makam Sri Makurung Handayaningrat.

Di kompleks tersebut terdapat tiga makam. Yaitu, Sri Makurung Handayaningrat, Retno Pembayun dan makam Kebo Amiluhur.  Di dalam kompleks itu juga terdapat pohon kepuh yang usianya sudah sangat tua.

“Sudah sangat tua, 600 tahun lebih. Saat saya masih kecil, pohon itu juga sudah sangat besar,” katanya.

Menurutnya, peristiwa  pohon tumbang juga mengingatkan kejadian serupa beberapa bulan sebelumnya.

Saat itu, ada ranting berukuran besar dari pohon tersebut juga patah akibat terpaan angin kencang.

“Bahkan suaranya saat itu menggelegar, lebih keras dibandingkan kejadian kali ini. Beruntung tidak ada korban jiwa saat itu,” ujar Mbah Surip berkisah.

Namun demikian, dia menyebutkan bahwa tumbangnya pohon kepuh tua itu hal yang lumrah. Sebab selain usia pohon sudah sangat tua, batang pohon juga sudah berlobang atau disebut warga ‘growong’ dalam dan lebar. 

Baca Juga :  500 Pedagang Pasar Sunggingan, Boyolali Divaksin Covid-19

Sehingga kekuatan pohon sudah jauh berkurang.  Apalagi, kondisi pohon sedang bersemi kembali sehingga bebannya sangat berat.

“Sehingga saat hujan dan ada angin kencang pada Minggu (20/6/2021 ) sore, pohon tersebut tumbang karena tak kuat menahan beban,”  pungkasnya. Waskita