JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Lewat Upacara You Yaihoro Ganjar Diangkat Jadi Kesatria Suku Tobelo

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan istri, Siti Atiqoh saat mengikuti upacara You Yaihoro di Suku Tobelo di Kabupaten Halmahera Utara. Istimewa

TOBELO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo diangkat sebagai Kesatria Tobelo di Kabupaten Halmahera Utara. Sebelum diangkat sebagai kesatria, salah satu tetua suku Tobelo Jesayas Banari terus merapal doa-doa.

Sambil berdiri dia menelangkupkan kedua tangan. Saat dia mulai memejamkan matanya, dua perempuan pembawa bejana berjalan lalu duduk bersimpuh di hadapan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beserta istrinya, Siti Atikoh.

Selanjutnya ketika Jesayas melafalkan kalimat “O gikiri moi o jou madutu. O gikiri moi o jou madutu. Oh”. Dibasuhlah dua kaki Ganjar dan istri oleh kedua perempuan pembawa bejana. Begitu tuntas, lima perempuan lain yang duduk di sebelah kanan kiri Ganjar langsung berteriak sahut menyahut

Baca Juga :  Optimis Ekonomi 2022 Terus Bertumbuh, Menko Airlangga Ingatkan Tetap Waspada Covid-19

“Oooo ooooo oooo.”

“Gunung dan tanjung-tanjung jadi saksi bagaimana mimpi kami tuntas. Laut dan selat bukan hambatan bahwa bapak (Ganjar) adalah keluarga kami. Siapapun yang sudah masuk ke Hibualamo tidak disediakan pintu keluar. Dan mulai saat ini bapak sudah ada di dalamnya,” ujar Jesayas.

Hibualamo merupakan rumah besar bagi Suku Tobelo. Ada 10 subsuku yang bernaung di sana, di bawah sebuah lembaga adat. Dan Jesayas Banari jadi salah satu tetua suku Tobelo.

“Ini adalah ungkapan hati kami. You Yaihoro atau upacara pencucian kaki ini adalah curahan hati kami. Jangan dulu berbalik arah bapak, jika cakrawala tidak berarak pulang,” katanya.

Baca Juga :  Soal Waktu Terbelah Dua Kubu, 9 Kiai Sepuh Surati PBNU, Minta Muktamar ke-34 Diundur Sampai Akhir Januari 2022

You Yaihoro hanya diberikan pada orang-orang terpilih untuk dijadikan bagian dari keluarga Tobelo. Dan dia tidak menyangka, hari ini, Sabtu (16/10/2021) sukunya melakukan upacara pencucian kaki atau pemberian kehormatan itu diberikan pada Ganjar dan istri.

Tak hanya sebagai keluarga, Ganjar siang itu juga diberi Parang dan Salawaku. Ialah semacam alat perang yang mengandung arti pengangkatan Ganjar sebagai kesatria Tobelo.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua