JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Hitung-hitungan Besaran Kenaikkan UMP 2022 Berdasar Peraturan Baru Setelah Omnibus Law

Ilustrasi uang. Pixabay

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Upah Minimum Provinsi alias UMP pada tahun 2022 diperkirakan akan naik sebesar 1,09 persen. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemenaker Indah Anggoro Putri.

Besaran angka tersebut didapat dari formulasi penghitungan baru yang mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 36/2021 tentang Pengupahan. Formula penghitungan ini dijelaskan secara detail dalam Pasal 26 yang menyebutkan bahwa penyesuaian nilai upah minimum (UM) ditetapkan pada rentang nilai tertentu di antara batas atas dan batas bawah upah minimum pada wilayah yang bersangkutan.

Baca Juga :  Indonesia Ajak Negara-negara G20 Hasilkan Terobosan Besar

Untuk menghitung batas atas UM, dijelaskan dalam Pasal 26 ayat (3). Batas atas UM didapatkan dengan membagi mengalikan rata-rata konsumsi per kapita dengan rata-rata banyaknya ART. Hasil dari pengalian ini kemudian dibagi dengan rata-rata banyaknya ART bekerja pada setiap rumah tangga.

Sedangkan untuk menghitung batas bawah UM, dijelaskan dalam Pasal 26 ayat (4). Batas bawah ditentukan dengan mengalikan batas atas UM dengan 50%.

Baca Juga :  Terdeteksi di 45 Negara, Pemerintah Monitor Perkembangan Varian Omicron

Setelah ditentukan batas atas dan batas bawah UM, maka dapat dihitung nilai UM-nya. UM (t+1) = UM (t) + { Max(PE(t), Inflasi (t) x (Batas atas (t) – UM (t)) / (batas atas (t) – batas bawah (t)) x UM (t)}

UM (t+1) merupakan upah minimum tahun tertentu. PE (t) adalah nilai pertumbuhan ekonomi provinsi pada tahun berjalan. Inflasi (t) adalah inflasi yang digunakan.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua