JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Tim Steakholder OJK RI Sosialisasikan Bahaya Investasi Keuangan Bodong Kepada Aisyiyah dan Pelaku UMKM

Tim steakholder OJK tengah melakukan sosialisasi seputar pinjaman online / Foto: Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Guna mencegah maraknya investasi bodong, Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia (OJK) RI melakukan sosialisasi di kantor yayasan Aisyiyah Karanganyar, Jateng, Senin (29/11/2021).

Pada sosialisasi tersebut dijelaskan, modus rapi dan meyakinkan adalah cara menggaet calon konsumen, namun ujung-ujungnya hanyalah penipuan.

Kordinator sosialisasi OJK RI dari stakeholder, Eko Pujiyanto (43) mengatakan, kebanyakan investasi bodong itu berkedok di sektor investasi emas, investasi pertanian, peternakan dan investasi lainnya.

“Biasanya investasi tersebut menjanjikan fee yang besar atas keikutsertaan calon nasabah, namun diujungnya tertipu,” ungkapnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (29/11/2021).

Baca Juga :  Toyota Kijang dan  Yamaha  Bersenggolan  di Jalur  Sukosari Jumantono, Dua Warga Polokarto Patah Tulang

Selain itu lanjut Eko, biasanya dalam mencari calon nasabah juga dijanjikan bonus di luar fee jika nasabah menambah jumlah sahamnya.

Bahkan yang tidak masuk akal para operator jasa investasi bodong menarik minat nasabah dengan janji batas waktu fee sangat instan.

“Para calon nasabah khususnya kalangan perempuan dengan sangat mudah tergiur karena dijanjikan tempo cepat, fee besar serta bonus,” ujarnya.

Untuk itu Eko meminta para perempuan jangan mudah tergiur janji-janji marketing operator investasi bodong tersebut.

Baca Juga :  Nama Juliyatmono Dielu-elukan Ratusan Massa Partai Golkar Karanganyar, Siap Loloskan Menuju DPR-RI

Jika ada yang menawarkan jasa investasi bodong sebaiknya dicrosschek terlebih dulu legal formalnya terutama surat izin dari OJK RI terlebih dulu. Masyarakat bisa menghubungi layanan gratis dari OJK RI melalui telepon dengan nomor telepon 157.

Selain sosialisasi di kantor Aisyiyah juga dilakukan sosialisasi kepada paguyuban pengusaha makanan molen di Tawangmangu.

Pasalnya, para pengusaha sektor UMKM ini juga sering dirayu marketing investasi bodong. Beni Indra

Bagi Halaman