JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Fenomena Kontroversi Nilai Ujian Perdes di LPPM UMS, 3 Lulusan SMA di Desa Gabus Ngrampal Keokkan 9 Sarjana dan Lulusan Cumlaude UNS. Peserta Lain: Jenius Sekali!

Pengumuman hasil seleksi pengisian penjaringan penyaringan perangkat desa Gabus, Ngrampal, Sragen sudah ditempel di papan pengumuman balai desa, Rabu (8/12/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seleksi pengisian penjaringan dan penyaringan perangkat desa (Perdes) di Sragen kembali menjadi sorotan.

Kali ini mencuat di Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal. Nilai yang diterbitkan lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang digandeng sebagai penyelenggara, memicu polemik dan kontroversi.

Sejumlah peserta mempertanyakan obyektivitas dan validitas nilai ujian tertulis dan praktik komputer peserta pemenang.

Sebab dari empat peserta yang menduduki ranking 1, hampir semuanya memiliki skor ujian tertulis sangat fantastis dan hampir sama.

Padahal tiga dari empat pemenang, hanya lulusan SMA dan satunya yakni anak Kades, berijazah D3.

“Tanpa bermaksud merendahkan kemampuan, tapi melihat skor ujian tertulis dan komputer peserta terpilih ini rasanya agak menggelitik. Kalau dilihat, empat pemenang semuanya mendapat nilai ujian CAT sangat tinggi dan nyaris sama. Yaitu 78, 83, 81 dan 82,” ujar Zaenal Arifin, kakak dari Ahmad Zaenuri, peserta di formasi Kaur Perencanaan, saat mengklarifikasi Ketua Panitia, Sunar, Rabu (8/12/2021).

Baca Juga :  Asyik COD di Alun-Alun Sragen, Pemuda asal Tangen Ditangkap Polisi. Kedok Jahatnya Akhirnya Terbongkar

Zaenal mengaku agak terkejut saat melihat skor dari LPPM. Adiknya yang belum lama lulus dari UNS dengan predikat cumlaude bisa dikalahkan oleh lulusan SLTA.

Hasil seleksi formasi Kaur Keuangan di Desa Gabus, Ngrampal, Sragen. Foto/Wardoyo

Tidak hanya adiknya, nilai ujian tertulis pemenang di formasi Kaur Perencanaan itu juga mengalahkan nilai 18 peserta lainnya. Padahal dari 18 peserta di formasi ini, 9 di antaranya adalah lulusan sarjana.

“Rasanya enggak nalar saja. Adik saya yang lulus cumlaude UNS juga bilang soalnya itu enggak mudah. Kalau bukan IQ jenius nilainya nggak akan sampai 80 atau 90. Adik saya saja cuma dapat nilai 78, lha yang menang lulusan SMA nilai ujian tertulisnya malah dapat 79. Komputernya yang menang dapat 17,4, padahal adik saya cuma 16. Berarti kan jenius sekali lulusan SMA bisa mengalahkan 9 sarjana,” ujarnya.

Baca Juga :  Bakal Ciptakan Sejarah, Ini Respon Cik Nanik yang Akan Dilantik Jadi Anggota DPRD Sragen
Hasil seleksi formasi Kaur Perencanaan di Desa Gabus, Ngrampal, Sragen. Foto/Wardoyo

Selain pemenang di formasi Kaur Perencanaan, tiga peserta lain juga memiliki nilai hampir setara dan sangat tinggi.

Pemenang formasi Kebayan I yang lulusan SMA meraih nilai tertulis 81 dan komputer 17,6. Nilai itu terpaut hampir dua kali lipat lebih tinggi dari nilai peserta lainnya.

Lantas pemenang formasi Kebayan II pemenangnya juga lulusan SMA dengan skor ujian tertulis 82 dan 17,8 untuk komputer. Skor itu juga sangat jauh di atas peserta lain yang rata-rata hanya dapat separuhnya.

Hasil seleksi formasi Kebayan I di Desa Gabus, Ngrampal, Sragen. Foto/Wardoyo
Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua