JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Jokowi Minta Luhut Urus Migor, Sinyal Kondisi Darurat?

Luhut Binsar Pandjaitan. Foto/Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Penunjukan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengurus minyak goreng, memberikan sinyal bahwa persoalan minyak goreng belum selesai dan masih menjadi masalah serius.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira.

Menurut Bhima, kondisi tersebut mengindikasikan bahwa persoalan minyak goreng menjadi perhatian serius.

“Kalau sampai Menko Marves terlibat urusan untuk kementerian yang berbeda, ini artinya kondisi memang sangat gawat,” ujar Bhima saat dihubungi, Senin (23/5/2022) malam.

Baca Juga :  Ucapkan Ikrar Sumpah Setia, Belasan Jamaah Khilafatul Muslimin Kembali ke Pangkuan NKRI

Dalam pandangn Bima, penunjukan itu menunjukkan Jokowi menjadi sinyal bahwa menteri-menteri teknis, seperti Menteri Perdagangan, tak mumpuni menyelesaikan masalah distribusi minyak goreng dan menjaga stabilitas harga di pasar.

Walhasil, Jokowi lagi-lagi memberikan tugas kepada Luhut seperti saat mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan ini turut memimpin penanganan Covid-19.

Baca Juga :  Hendak Bersiwata Ke Pangandaran, Bus Pariwisata Rombongan SD Terjun ke Jurang di Tasikmalaya, 3 Penumpang Dikabarkan Meninggal

Walau begitu, Bhima melanjutkan penunjukan Luhut akan memberikan dampak buruk terhadap citra pemerintah.

Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, kata Bhima, dapat tergerus. Masyarakat pun bakal mempertanyakan kredibilitas menteri-menteri Jokoowi.

“Apalagi ada utak-katik kebijakan soal minyak goreng, termasuk larangan ekspor CPO, itu sudah sebuah kegagalan. Jadi harus diambil langkah extra ordinary untuk menjamin ketersediaan minyak goreng,” ucap Bhima.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua