JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Neraca Perdagangan Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Menko Airlangga: Ekonomi Indonesia Kian Tangguh

Airlangga Hartarto / Istimewa

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Neraca perdagangan Indonesia kembali melajutkan trend surplus pada April 2022 dengan nilai mencapai US$7,56 miliar.

Angka tersebut merupakan rekor tertinggi yang berhasil melampaui bulan Oktober 2021 dengan nilai sebesar US$5,74 miliar.

Hal itu menunjukkan bahwa berbagai kebijakan yang telah diambil Pemerintah untuk menjaga kestabilan kinerja fundamental perekenomian,  menunjukkan sinyal positif di iap leading indicator.

Demikian diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

“Pemulihan kondisi perekonomian pasca pandemi terus menjadi fokus Pemerintah dalam pengambilan kebijakan dan menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan global yang kian masif,” ujarnya, seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Menko Airlangga menjelaskan, pencapaian tersebut kian membawa perekonomian Indonesia menjadi lebih tangguh, mengingat neraca perdagangan merupakan salah satu indikator utama dalam meningkatkan cadangan devisa dan menjaga ketahanan sektor eksternal Indonesia.

Baca Juga :  Airlangga dan Zulhas Diprediksi Jadi Capres-Cawapres dari KIB, Ini Hitungan Matematisnya

“Neraca perdagangan merupakan determinan yang sangat penting dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi dan menjaga ketahanan sektor eksternal Indonesia. Kita bersyukur bahwa salah satu engine utama pertumbuhan ekonomi ini terus mengalami performa gemilang dan bahkan kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa,” katanya.

Baca Juga :  DJ Cantik Joice Digerebek Saat Pesta Sabu. Pengakuannya Katanya untuk Kepuasan...

Selain datang dari neraca perdagangan, menurut Menko Airlangga, kinerja positif juga ditunjukkan pada indikator ekspor yang mengalami surplus dengan nilai sebesar US$27,32 miliar.

Serupa halnya dengan surplus neraca perdagangan, angka surplus ekspor juga mampu mengungguli rekor tertinggi sebelumnya pada bulan Maret 2022 yang tercatat mencapai US$26,50 miliar.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua