JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Pijat Siswi SMP Cantik di Kamar, Pria Paruh Baya Ini Gelap Mata Lalu Terjadilah Perbuatan Nista

Tulang pijat asal Salatiga terduga pencabulan siswi SMP saat diamankan di Mapolres. Foto/Wardoyo

SALATIGA, JOGLOSEMARNEWS.COM Polres Salatiga menangkap malang menimpa seorang pria paruh baya berinisial TAW (47).

Dengan dalih membantu bisa juara lomba sains, pelaku yang berprofesi sebagai tukang pijat itu tega merenggut keperawanan siswi SMP berusia 14 tahun.

Pria asal Dayaan, Sidorejo Kidul, Tingkir, Kota Salatiga itu menjalankan aksinya dengan iming-iming bisa membuat korban pintar dan juara lomba.

Hal itu diungkap dalam konferensi pers yang dipimpin oleh Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiyana di Pendopo Mapolres Salatiga pada Senin (11/7/2022).

Menurut Kapolres, kejadian aksi tak terpuji itu bermula pada 30 Mei 2022, saat korban bersama ibunya mendatangi rumah pelaku di Dayaan, Sidorejo Kidul, Tingkir, Kota Salatiga.

Baca Juga :  Ini Para Tokoh Penerima Penghargaan Tokoh Inspiratif Jateng 2022. Mulai Menlu Retno Marsudi hingga Gibran Rakabuming

Mereka datang ke rumah TAW agar Bunga diterapi pijat sekaligus minta doa pelaku agar bisa menjadi juara lomba sains.

“Selanjutnya korban disuruh masuk kamar pijat oleh pelaku dan diminta membuka baju dan disuruh memakai sarung. Saat itu korban meminta agar ditemani oleh ibunya. Namun hal itu ditolak pelaku,” ungkap AKBP Indra.

Didalam kamar, korban disuruh tidur telentang dan memejamkan mata. Selanjutnya pelaku menarik sarung yang dikenakan korban ditarik hingga korban telanjang.

Tak berselang lama, pelaku kemudian melakukan aksi asusila kepada korban lebih kurang selama dua menit.

Baca Juga :  Mahasiswa MPP Unsoed Rancang PPM dalam Budidaya Herbal Berkelanjutan

“Selanjutnya, saat korban masih dalam keadaan tidak berbusana, pelaku memandikan korban dengan menyiram air kembang,” terang Indra.

Menurut Kapolres, tersangka berdalih mengadakan “ritual” tersebut untuk mendoakan korban agar bisa menjadi juara lomba sains dengan cara pijat dan mandi kembang.

“Selesai mandi korban disuruh berpakaian kembali dan selanjutnya pulang bersama ibunya. Namun sesampainya di rumah, korban bercerita kepada ibunya tentang apa yang dialami. Karena tidak terima atas perbuatan pelaku, kemudian ibu korban melaporkan kejadian tersebut ke ke Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Jawa Tengah yang diteruskan ke Polres Salatiga,” lanjutnya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com