JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tak Ada Istilah Kontrak, Manajemen Pabrik Sepatu Asal Korea di Tanon Sragen Pastikan 35.000 Buruh Bakal Diangkat Karyawan Tetap. Ini Bocoran Gajinya!

Ilustrasi produksi di pabrik sepatu skala besar. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Perwakilan investor asal Korea, PT TKG Taekwang Indonesia yang berencana membangun pabrik sepatu kualitas ekspor di Desa Bonagung, Tanon, Sragen mengisyaratkan tidak akan menerapkan istilah karyawan kontrak.

Berbeda dengan mayoritas pabrik atau perusahaan lain, semua pekerja atau buruh yang bekerja di pabrik PT Taekwang akan mendapat jaminan untuk diangkat menjadi karyawan tetap.

Hal itu disampaikan perwakilan investor PT Taekwang Indonesia, Sudihartoyo kepada wartawan di Sragen, Minggu (18/9/2022).

“Di kita (Pabrik Sepatu PT TKG Taekwang) tidak ada karyawan kontrak. Sistem yang sudah kita terapkan di Subang dan Cirebon, nanti semua akan diangkat karyawan tetap. Tidak ada buruh yang dipekerjakan dengan sistem kontrak,” paparnya.

Baca Juga :  Hanya Modal Lirikan, Wong Sukodono Ini Diam-Diam Bisa Sedot Puluhan Juta dari ATM Orang Lain

Ia menjelaskan selama ini, sistem rekrutmen pekerja yang diberlakukan perusahaan asal Korea itu memang tidak mengenal istilah kontrak untuk pekerja.

Sistem yang diberlakukan nantinya semua pekerja hanya akan menjalani masa ujicoba atau training 3 bulan. Setelah lolos masa training, langsung diangkat karyawan tetap.

“Sistem di kita, 3 bulan masa percobaan lalu diangkat karyawan tetap. Jadi memberikan jaminan kepastian masa depan dan kesejahteraan bagi karyawan,” jelasnya

Ia menilai sistem karyawan tetap itu tentu merupakan kondisi yang sangat menguntungkan bagi karyawan.

Dengan diangkat karyawan tetap, otomatis tiap tahun akan mendapat kenaikan gaji. Kebijakan tersebut sudah menjadi komitmen principal atau pimpinan perusahaan PT TKG Taekwang.

Baca Juga :  Lahan Masuk Zona Industri, Pemkab Sragen Dukung Pendirian Pabrik Sepatu Korea di Tanon. Sekda Sebut Multiplier Effect

“Nanti akan naik gaji tiap tahun. Principal kita memang sangat ketat masalah hak-hak karyawan dan ketenagakerjaan. Komitmen lingkungan hidup kami juga sangat menjaga itu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sudihartoyo menyampaikan untuk besaran gaji, para karyawan akan dibayar minimal setara UMK kabupaten setempat.

Selain itu, mereka akan mendapatkan hak-haknya seperti tunjangan hari raya (THR), lembur dan hak-hak lain yang sudah diatur dalam undang-undang.

Termasuk, komitmen perusahaan untuk membayar sesuai dengan besaran UMK yang biasanya mengalami kenaikan tiap tahun.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com