JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Hingga Seminggu Dikubur, Santri Pelaku Penganiayaan Hingga Tewas Belum Datang Minta Maaf

Jenazah santri asal Ngawi yang tewas di Ponpes Masaran Sragen saat disemayamkan di masjid Ponpes. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Hingga seminggu berselang, santri pelaku penganiayaan yang menyebabkan Daffa Washif Waluyo (15) santri asal Desa Katikan, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur tewas di Pondok Pesantren Ta’mirul Islam di Masaran Sragen, belum juga mendatangi keluarga korban.

Alih-alih meminta maaf, santri senior berinisial MHN (16) asal Tegalrejo, Karanganyar itu belum ada itikad baik untuk minta maaf maupun menyampaikan belasungkawa.

Baca Juga :  Punya 50.000 Warga, PSHT Sragen Tegaskan Tak Berafiliasi Politik Tapi Siap Sukseskan Pemilu 2024

“Pelaku belum ada itikad baik datang ke Ngawi. Minta maaf atau belasungkawa, belum ada,” ujar paman korban, Nur Huda saat ditemui usai memberikan keterangan di Mapolres Sragen, kemarin.

Ia menyebut almarhum Daffa dimakamkan Minggu (20/11/2022) petang selepas magrib.

Dari kondisi fisik yang ia ketahui, korban mengalami luka lebam.di bagian dada diduga akibat pukulan dan tendangan.

Anak semata wayang pasangan Dwi Minto Waluyo (43) dan J (38) itu mondok di Ponpes Tamirul Islam sejak 3 tahun lalu.

Baca Juga :  Perjuangkan Revisi Perbup 67, Praja Sragen Ancam Gelar Demo. Komisi I Berharap Segera Ada Penyelesaian

Tepatnya dari kelas V hingga saat ini sudah duduk di bangku kelas 1 setara SMP. Sebelum kejadian, kondisi keponakannya itu dipastikan dalam keadaan sehat.

“Dia mondok sekitar 3 tahun. Hari Jumat (18/11/2022) orangtua sempat jenguk ke sana dan masih sehat. Nggak ada keluhan,” tutur Nur Huda.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com