JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Sinergitas Kejari dan LDII Wonogiri Melalui JMP JMS, Warga Lebih Tahu Soal Hukum

LDII
Audiensi LDII Wonogiri dengan Kejari Wonogiri. Dok. LDII Wonogiri
   

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sinergitas antara DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Wonogiri dan Kejaksaan Negeri atau Kejari Wonogiri terus dimantapkan.

Hal ini terlihat dari jalinan kerjasama yang kian baik. Seperti ketika DPD LDII Wonogiri melakukan audiensi dengan jajaran Kejari setempat, Kamis (16/2/2023).

Pada kegiatan tersebut tersebut banyak dibahas sejumlah program kerjasama antara kedua pihak. Seperti penyuluhan hukum untuk meningkatkan sinergitas antara LDII dengan Kejari Wonogiri.

Kepala Kejari atau Kajari Wonogiri Porman Patuan Radot diwakili Kasi Intelijen Kejari Wonogiri Endang Darsono menyambut baik audiensi dengan warga LDII melalui tujuh pengurus teras pimpinan daerah tingkat kabupaten.

Baca Juga :  Ide Lomba Peringatan Hari Kartini 2024, Inspiratif!

Kasi Intel baru Kejari Wonogiri asal Tasikmalaya ini siap dilibatkan dalam program Jaksa Masuk Pesantren (JMP) maupun Jaksa Masuk Sekolah (JMS) bersama DPD LDII.

“Kebetulan saat ini Kejari tengah sibuk-sibuknya melakukan JMS bagi pelajar SMP maupun SMA, untuk (kegiatan) LDII akan segera kita jadwalkan kemudian,” ujar Kasi Intelijen Kejari Wonogiri Endang Darsono.

Ketua LDII Wonogiri Sutoyo dan Sekretaris Agung Susanto didampingi Wanhat dan sejumlah pengurus lainnya menuturkan kegiatan ini sebagai ajang silahturahim dan untuk lebih mengakrabkan kedua belah pihak.

Baca Juga :  Kasus Pembunuhan Setren Slogohimo Wonogiri, Pemilik Pekarangan Lokasi Penemuan Kerangka Resmi Jadi Tersangka

“Karena bapak Kajari maupun Kasi Intel adalah pejabat baru kami perlu perkenalkan diri atau mengucapkan selamat datang,” kata Agung Susanto.

Dia mengatakan, program sosialisasi dan penyuluhan hukum melalui kegiatan JMP beberapa waktu lalu pernah digelar bersama kalangan santri dan pengurus Ponpes Al Barru Bulusulur Wonogiri. Hasilnya, sangat positif dan bermanfaat bagi santriwan/santriwati Ponpes yang notabene kaum milenial.

“Mereka anak muda yang labil, perlu dipahamkan soal hukum dan peraturan pemerintah agar belakangan tidak terjerumus pada tindak pelanggaran hukum,” ujar dia. Aris Arianto

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com