YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Upaya menyelesaikan persoalan secara langsung justru berakhir dengan darah. EEP (43), warga Bojong, Panjatan, Kulonprogo, menjadi korban pengeroyokan menggunakan senjata tajam ketika mendatangi wilayah Srigading, Sanden, Bantul.
Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Tegalrejo, Srigading, Sanden, Bantul, Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. EEP mengalami sejumlah luka setelah diserang sekelompok orang yang diduga terlibat dalam persoalan yang hendak diklarifikasinya.
Kepala Seksi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan, kedatangan korban ke lokasi semula bertujuan menemui seseorang berinisial S. EEP tidak datang sendirian, melainkan ditemani seorang rekannya yang kemudian menjadi saksi dalam perkara tersebut.
Namun, situasi berubah setelah korban tiba di rumah S. Orang yang hendak ditemui ternyata tidak berada di tempat. EEP kemudian berbicara dengan ST bersama beberapa orang lainnya. Dari pertemuan tersebut kemudian muncul kesalahpahaman yang berujung pada aksi kekerasan.
“Awalnya korban bersama saksi datang ke rumah S untuk meluruskan permasalahan. Namun, S tidak ada dan korban kemudian berbincang dengan ST beserta teman-temannya. Setelah itu terjadi kesalahpahaman yang berujung pengeroyokan,” kata Rita, Sabtu (26/9/2026).
Dalam kejadian itu, korban diduga diserang menggunakan senjata tajam. Akibatnya, EEP mengalami luka di sejumlah bagian tubuh dan harus mendapatkan perawatan medis.
Luka tersebut antara lain terdapat pada lutut kiri, punggung, siku tangan kanan, kedua telapak tangan, serta paha kanan. Korban juga mengalami pendarahan akibat serangan tersebut.
Setelah kejadian, EEP dilarikan ke Rumah Sakit Saras Adyatma, Bambanglipuro, Bantul. Hingga Sabtu (26/9/2026), korban masih menjalani perawatan medis.
“Korban saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka-luka yang dialaminya,” ujar Rita.
Polsek Sanden kemudian bergerak melakukan penyelidikan. Dari penanganan awal tersebut, polisi mengamankan dua pria yang diduga terlibat dalam pengeroyokan, masing-masing RDC (30) dan DEP (29).
Keduanya diketahui merupakan warga Palbapang, Bantul. Sementara seorang terduga pelaku lainnya, yakni ST (34), warga Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, belum berhasil diamankan karena diduga telah meninggalkan lokasi.
“Untuk sementara ada tiga orang yang diduga terlibat. Dua sudah diamankan oleh Polsek Sanden, sedangkan satu orang masih melarikan diri,” jelas Rita.
Polisi kini masih memburu ST sekaligus mendalami peran masing-masing pihak dalam peristiwa tersebut. Penyelidikan dilakukan untuk mengurai secara utuh bagaimana persoalan yang semula hendak diselesaikan justru berkembang menjadi pengeroyokan menggunakan senjata tajam.
Petugas juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian. Sejumlah barang yang berkaitan dengan perkara turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan.
Selain itu, penyidik masih meminta keterangan dari korban maupun saksi guna memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai rangkaian kejadian sebelum hingga sesudah pengeroyokan.
Kasus tersebut kini ditangani Polsek Sanden. Polisi masih mendalami motif serta kronologi lengkap kejadian, termasuk memastikan keterlibatan masing-masing orang yang diduga berada dalam kelompok pelaku. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














