JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Jamin Pilgub Damai, Ini yang Dilakukan Polrestabes Semarang dengan Tokoh Agama dan Masyarakat

Ilustrasi Pilkada
Ilustrasi/Tribunnews

UNGARAN – Polres Semarang menggelar silaturahmi akbar dalam rangka memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mendukung suksesnya Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018,Selasa (13/3/2018) siang.

Acara yang digelar di Gedung IPHI Masjid Al-Mabrur Ungaran ini mengusung tema ‘Mewujudkan Kamtibmas Yang Kondusif Melalui Kebersamaan Dalam Kebhinekaan Guna Memperkokoh NKRI dan Mendukung Suksesnya Pilkada Jawa Tengah Tahun 2018.

Selain dihadiri Kapolres Semarang AKBP Agus Nugroho, S.I.K., M.H., juga hadir Bupati Semarang Mundjirin ES, S.PoG., Pabung Kodim 0714 Mayor Inf. Kadarusman, Kasipidum Kajari Kabupaten Semarang I. T. Budiyanto, S.H., Ketua PB NU Kabupaten Semarang,
Ketua FKUB Kabupaten Semarang H. Sinwani, Ketua KPUD Kabupaten Semarang Guntur Suhawan, A.Md., Pengurus Cabang Bhayangkari Polres Semarang, Perwakilan Pendeta se Kabupaten Semarang, jajaran Pejabat Utama Polres Semarang, dan Tokoh Agama / Tokoh Masyarakat se Kabupaten Semarang.

Baca Juga :  Gerakan 14 Hari Serempak Memakai Masker Berkumandang di Pati

Kapolres Semarang AKBP Agus Nugroho menyampaikan maksud dan tujuan penyelenggaraan acara Silaturahmi Akbar sebagai upaya Polri khususnya Polres Semarang dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Semarang dalam menghadapi pentahapan Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Tahun 2018 supaya tetap kondusif.

Silaturahmi ini juga bertujuan menyamakan persepsi antara seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOMPINDA) Kabupaten Semarang, Penyelenggara Pemilu, Peserta Pemilu dan Tokoh Agama (Toga) atau Tokoh Masyarakat (Tomas) Kabupaten Semarang dalam menjaga kondusifitas di wilayah Kabupaten Semarang.

Baca Juga :  Kebijakan Sanksi Denda untuk Pelanggar Protokol Kesehatan Berhasil Ubah Status Zona di Kudus

“Meningkatnya kegiatan politik diwilayah Kabupaten Semarang akan berdampak pada suhu politik sehingga diperlukannya peran aktif dari seluruh pihak supaya dapat menahan diri apabila adanya upaya ancaman gangguan kamtibmas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Agus Nugroho menyatakan kegiatan ini merupakan sebuah deklarasi para tokoh agama dan tokoh masyarakat menolak isu sara dan berita hoax serta mendukung langkah penegakan hukum Polri bagi pelaku pembuat dan penyebar berita hoax.

“Para tokoh agama juga membubuhkan tanda tangan di spanduk sebagai dukungan pelaksanaan pilkada damai,” tutur Agus Nugroho.

www.tribunnews.com