JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Pembobolan Tabungan Nasabah Juga Terjadi di Bank Jateng dan Mandiri Sragen. Korbannya PNS Dinsos Hingga Sekpri Wakil Bupati

PNS DInsos Sragen, Ine Marliah didampingi suaminya saat menunjukkan buku rekening tabungannya di Bank Jateng Sragen yang mendadak berkurang belasan juta dibobol misterius ke Polres Sragen. Foto/Wardoyo
PNS DInsos Sragen, Ine Marliah didampingi suaminya saat menunjukkan buku rekening tabungannya di Bank Jateng Sragen yang mendadak berkurang belasan juta dibobol misterius ke Polres Sragen 2017 silam. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Kasus pembobolan rekening tabungan milik nasabah tidak hanya terjadi di Kediri, Jatim saja. Di Sragen, kasus serupa juga sempat terjadi pada nasabah Bank Jateng dan Bank Mandiri beberapa waktu lalu.

Kasus pertama mencuat di Bank Jateng Cabang Sragen. Kasus pembobolan saldo secara misterius itu menimpa PNS di Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sragen,  Ine Marliah (45) pada 2017 silam. PNS yang menjabat Kasie Rehabilitasi Tuna Sosial asal Kampung Widoro RT 41/12, Sragen itu bahkan sampai melapor ke Polres Sragen lantaran pihak bank yang mengetahui rekeningnya dibobol pelaku penggandaan ATM, menolak bertanggungjawab dan mengganti tabungannya.

Ine melaporkan pucuk pimpinan Bank Jateng ke Polres Sragen setelah mengetahui tabungan dari gaji empat bulan miliknya sebesar Rp 11.466.000,- mendadak hilang dari rekening. Padahal ia merasa tidak pernah mengambil atau menarik uang via ATM maupun dari buku tabungan. Hilangnya tabungan itu diketahuinya tanggal 14 Maret 2017 silam ketika ia hendak mengambil uang via ATM di Bank Jateng Sragen untuk kepentingan membayar.

Saat itu ia kaget karena transaksi penarikan beberapa kali ditolak. Setelah dicek ia makin kaget karena saldonya ternyata tinggal Rp 142.056,-. Padahal seingatnya ia terakhir menarik via ATM tanggal 10 Maret di ATM Pom Bensin Pasar Kliwon Solo sebanyak Rp 500.000.

Baca Juga :  Catat, Kapolri Tegaskan Tak Ada Tilang pada Operasi Zebra Candi 26 Oktober-8 November. Operasi Diminta Kedepankan Simpatik dan Edukatif!

“Saat itu saldo di rekening masih sisa Rp 11.588.000,-. Dari penjelasan pihak bank saat itu bahwa kasus yang dialaminya adalah unik.  Sebab dari pengecekan rekening koran oleh pihak bank,  ternyata ada bukti penarikan selama sembilan kali via ATM di tiga lokasi berbeda di Jatim,” paparnya kala itu.

Dari rekaman CCTV yang ditunjukkan pihak bank, pembobol diketahui dua orang remaja dan terdeteksi melakukannya sebanyak tiga kali di Jatim pada tanggal 11 dan 13 Maret.  Anehnya, ketika dikonfirmasi dengan alat di Bank Jateng,  ternyata semua itu tidak muncul.

Bahkan pihak bank juga menunjukkan bukti CCTV di salah satu ATM bersama di Bank BNI di Madiun bahwa uangnya yang terkuras itu diambil pakai kartu ATM dengan nomor yang sama dengan kartu ATMnya. Meski sempat menolak, pihak bank akhirnya mengganti dananya yang hilang tiga bulan berselang.

“Akhirnya diganti dana saya sesuai nominal yang hilang pada bulan Juni,” kata Ine, Selasa (20/3/2018).

Sekpri Wabup Sragen

Tak lama berselang, kasus serupa juga terjadi di Bank Mandiri Sragen. Tak tanggung-tanggung, korbannya adalah sekretaris pribadi (Sekpri) Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno, Sutopo Yuwono (42).

Sekpri Wabup Sragen, Sutopo Yuwono menunjukkan buku rekening Bank Mandiri Cabang Sragen miliknya yang juga dibobol misterius. Foto/Wardoyo

PNS yang berdomisili di Jl Hayam Wuruk No 28, RT 1/3, Sragen Kulon, Sragen itu juga dikejutkan dengan saldo rekeningnya di Bank MandiriSragen yang mendadak terkuras habis. Uang tabungannya di rekening yang tinggal Rp 4 juta diketahui raib ditarik oleh orang tak dikenal dalam sehari.

Baca Juga :  Kabar Baik Bagi PPPK atau P3K, Kepala BKN Segera Terbitkan Surat Usul Penetapan NIP. Mulai Nopember Ini Proses Usul NIP Segera Dilakukan!

Kasus itu terungkap ketika ia melapor secara resmi ke Polres Sragen, Kamis (27/4/2018). Di hadapan petugas Reskrim, ia menyampaikan kasus pembobolan rekeningnya itu sebenarnya terjadi pada tanggal 1 April 2017 silam. Kala itu ia yang sedang berada di rumah, mendadak mendapat kiriman pesan singkat dari Call Center Bank Mandiri di 3355 berisi notifikasi penarikan uang di rekeningnya.

Notifikasi penarikan itu diterima dua kali dalam rentang dua menit. Pertama pada pukul 14.40 WIB ada penarikan debet sebesar Rp 2 juta, disusul pukul 14.42 WIB penarikan sebesar Rp 1.250.000,-. Karena merasa tidak mengambil uang, ia langsung mengecek ke kantor Bank
Mandiri setempat.

Saat dicek di buku rekening yang dicetak, ternyata ada dua penarikan lagi yang tidak terlaporkan via SMS masing-masing sebesar Rp 500.000 dan Rp 250.000. Sehingga total rekeningnya yang dikuras ada Rp 4 juta sampai sisa saldo terakhir hanya tinggal Rp 100.172,-. Sempat menunggu proses beberapa bulan,pihak bank akhirnya mau mengganti dananya yang hilang tersebut.

“Sudah diganti jarak sebulan dari saat saya melapor. DIganti sesuai dengan nominal yang hilang itu,” ujar Sutopo Selasa (20/3/2018). Wardoyo