YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Membawa pistol mainan saat berkeliling pada malam hari berujung pada pemeriksaan polisi bagi sejumlah remaja di Kota Yogyakarta. Mereka diamankan setelah rombongannya membuat warga di Jalan HOS Cokroaminoto, Kemantren Wirobrajan, resah pada Minggu (18/10/2026) dini hari. Kepada polisi, mereka mengaku membawa pistol mainan hanya untuk iseng.
Kasihumas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani Hasan, mengatakan, berdasarkan keterangan awal, rombongan tersebut tidak merencanakan tawuran dengan kelompok lain. Polisi masih meminta keterangan untuk mengetahui secara pasti rangkaian kejadian tersebut.
“Keterangan remaja tersebut, pistol mainan untuk iseng saja,” kata Dani saat dikonfirmasi pada Minggu (18/10/2026) siang.
Dani juga menegaskan belum ditemukan indikasi adanya janji bertemu dengan kelompok lain.
“Saat ini masih proses dimintai keterangan. Tidak ditemukan indikasi janjian dengan kelompok lain,” ungkapnya.
Peristiwa itu bermula ketika sembilan remaja berkumpul di Jalan Parangtritis, Kabupaten Bantul, pada Sabtu (17/10/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Sekitar pukul 23.30 WIB, mereka kemudian bergerak menuju Kota Yogyakarta dan berkeliling menggunakan tiga sepeda motor, dengan masing-masing kendaraan ditumpangi tiga orang.
Saat melintas di Jalan HOS Cokroaminoto, Wirobrajan, sekitar pukul 02.00 WIB, rombongan tersebut diteriaki oleh sejumlah orang di sekitar lokasi. Salah satu rombongan kemudian berhenti dan berbalik arah untuk menghampiri orang-orang yang tidak mereka kenal.
“Salah satu rombongan tersebut berhenti dan berbalik arah menghampiri orang-orang yang tidak dikenal tersebut,” ujar Dani saat dikonfirmasi pada Minggu pagi.
Orang-orang di lokasi selanjutnya menghentikan sepeda motor yang ditumpangi para remaja itu dan melakukan penggeledahan. Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan dua pistol mainan.
“Pada saat dilakukan penggeledahan, rombongan tersebut (kedapatan) membawa dua buah pistol mainan,” imbuh Dani.
Petugas Polsek Wirobrajan yang sedang berpatroli kemudian mengamankan tiga remaja untuk dimintai keterangan. Hingga Minggu siang, polisi masih menangani perkara tersebut guna mendalami kejadian yang sempat memicu keresahan warga.
Sebelumnya, video penangkapan rombongan remaja itu beredar di media sosial dan memunculkan dugaan keterlibatan mereka dalam aksi klitih atau kejahatan jalanan. Namun, berdasarkan keterangan polisi sejauh ini, belum ditemukan indikasi bahwa rombongan tersebut telah berjanji untuk bertawuran dengan kelompok lain. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















