loading...
Loading...
Toyota Rush. Foto/Tempo.Co

JAKARTA – Tampilan All New Toyota Rush yang hadir dengan penampilan baru konsep tough dan dynamic namun tetap mempertahankan DNA-nya sebagai real SUV, ternyata mampu mendongkrak penjualannya. Bahkan All New Toyota Rush mempu melejit hingga menggeser Honda HR-V yang selama ini menguasai predikat penguasa pasar SUV.

PT Toyota Astra Motor pun langsunh menggenjot produksi All New Toyota Rush. Langkah ini diambil untuk mengimbangi sepanjang dua bulan pertama surat pemesanan kendaraan (SPK) low sport utility vehicle (LSUV) tersebut tembus lebih dari 20.000 unit.

Saat ini, jumlah SPK tersebut 39,7 persen di atas pasokan ke diler Avanza yang menjadi tulang punggung perusahaan. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan pabrik ke diler New Rush pada Januari—Februari 2018 sepertiga total SPK, atau 6.991 unit. Perusahaan masih punya hutang 13.009 unit kepada konsumen.

Baca Juga :  BPR Wajib Terapkan Penilaian Risiko Profil Nasabah

Vice President TAM Henry Tanoto mengatakan fokus perusahaan saat ini adalah menghadirkan total ownership experience atau pengalaman kepemilikan mobil. Mengurangi waktu tunggu adalah satu strategi yang tengah diupayakan.

“Ini yang menjadikan kami harus menjaga alokasi yang cukup besar kepada Rush setidaknya untuk beberapa waktu kedepan, tetapi tetap menjaga agar tidak mengganggu pelayanan terhadap produk Toyota lainnya,” kata Henry dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/3/2018).

Baca Juga :  BEI Solo Gencar Sosialisasikan Pasar Modal

Pembaruan Rush menjadikan model ini kembali menjadi pemimpin segmen LSUV. Honda, harus rela menyerahkan titel tersebut. Dari data Gaikindo, Toyota Rush menguasai 41,25 persen pasar LSUV. Diikuti kemudian oleh Honda HR-V 1.5 28,78 persen, lalu saudara kandung Rush, Daihatsu Terios 24,29 persen.

Sementara itu, Honda BR-V yang sempat mencicipi manisnya kue LSUV, merosot jauh. Mobil ini hanya berkontribusi 2,41 persen terhadap pasokan ke diler LSUV sepanjang dua bulan pertama tahun ini. Penjualan pabrik ke diler LSUV terkoreksi 7,96 persen sepanjang Januari—Februari 2018 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Faktor penyebabnya adalah agen pemegang merek menurunkan pasokan Honda HR-V 1.5, Honda BR-V, dan Suzuki SX4.

Baca Juga :  Rizieq Shihab Bakal Pulang Setelah Jokowi Dilantik

Adapun Henry mengatakan saat ini masa tunggu New Toyota Rush bagi konsumen mencapai 5 bulan. Menurutnya hal ini membuat pabrikan harus mengerem produksi model lain, seperti Avanza. Sepanjang dua bulan pertama 2018 mobil kecil serbaguna (LMPV) ini turun 10,21 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

www.tempo.co

Iklan
Loading...