JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Gara-gara Perbup Kontroversial, 4 Pejabat Pemkab Sragen Diusir dari Rapat DPRD

Ilustrasi
Ilustrasi ketok palu DPRD

SRAGEN-  Rapat pembahasan soal kontroversi peraturan bupati (Perbup) larangan DPRD memberikan bantuan keuangan khusus (BKK) dan dana aspirasi ke masyarakat, antara DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di DPRD,  Senin (28/5/2018) diwarnai insiden pengusiran. Empat pejabat perwakilan eksekutif yang diutus bupati,  diusir dari rapat lantaran tidak mau bertanggungjawab atas hasil rapat yang memanas gara-gara Perbup yang mengganjal bantuan untuk masyarakat dari DPRD itu.

Baca Juga :  Bikin Merinding, Saat Terapung di Lautan, Tangan Jenazah Aipda Joko Disebut Melambai seperti Meminta Tolong!

Empat pejabat itu masing-masing Assisten Setda,  Suharto dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Tugiyono.  Kemudian Kepala BPKAD,  Dwiyanto dan Inspektur Inspektorat, Wahyu Widayat.

Keempatnya diusir dan diminta pulang lantaran dinilai tak bisa memberikan penjelasan dan pertanggungjawaban soal rapat membahas Perbup itu. Mereka dan para kabidnya diminta kembali lantaran tak bisa menjelaskan dan bertanggungjawab soal Perbup itu.

Baca Juga :  Peringati HUT ke-15, KWS Gelar Baksos Sembako Murah Hingga Pengobatan Gratis. Ratusan Warga Antusias

“Iya,  tadi dari eksekutif, yang datang hanya Assisten Setda Pak Harto, Inspektorat, BPKAD dan Kepala Bappeda. Tapi saat ditanya soal Perbup,  mereka enggak bisa menjelaskan dan saat ditanya apakah bisa bertanggungjawab atas hasil rapat,  mereka enggak mau. Akhirnya diminta keluar dan pulang, ” papar Ketua Fraksi Amanat Demokrat Persatuan,  Purwanto.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com