Beranda Daerah Wonogiri Hanya di Wonogiri. Bambu Seharga 15 Ribu Dijual 100 Ribu

Hanya di Wonogiri. Bambu Seharga 15 Ribu Dijual 100 Ribu

96
BAGIKAN
Aneka produk hasil kreasi Saimin.

WONOGIRI-Bagi tangan kreatif, apapun bisa disulap menjadi barang berharga bernilai jual tinggi. Tidak terkecuali batang bambu yang ketika dibeli seharga belasan ribu, namun saya dijual kembali menjadi melonjak hingga ratusan ribu rupiah.

Hal tersebut benar-benar terjadi di Wonogiri. Salah seorang pelaku usaha kerajinan bambu, mampu mengolah enak produk baru dan menarik sari sebatang bambu. Produk tersebut pun laku keras di pasaran.

“Namanya Pak Saimin. Dari satu batang bambu, seharga Rp 15 ribuan, setelah diolah menjadi berbagai macam produk, lalu dijual minimal Rp 100 ribu,” ujar Kepala Bidang Perindustrian, Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Wonogiri, Sulistyani, Rabu (4/7/2018).

Mewakili Kadinas Guruh Santosa, dia menerangkan, produk yang dihasilkan Saimin meliputi tea set, lampu masa kini, gelang, lukisan bambu aneka ukuran, tempat tisu, dan sejenisnya. Sedangkan jenis bambu yang digunakan adalah bambu hitam, ori, petung, dan lainnya.

“Untuk tea set, seperti gelas atau cangkir dan teko, bisa digunakan langsung, karena sangat aman. Jadi bukan hanya sebagai pajangan,” terang dia.

Lantaran kreativitasnya itu, Saimin direkrut menjadi pelatih dalam berbagai pelatihan kerajinan bambu. Dia diminta menukarkan ilmunya kepada warga lain, sekaligus merekrut warga menjadi perajin dengan sistem plasma.

Baca Juga :  Pemkab Wonogiri Gandeng UGM Ciptakan Kawasan Integrasi di Girimarto

Sementara Saimin menyatakan, pesanan aneka produk bambu sudah banyak mengalir. Saking banyaknya, dia sampai kewalahan. Dia juga berniat merekrut peserta pelatihan menjadi pemasok produk yang akan dipasarkannya.

“Para peserta yang saya ajari, semangatnya luar biasa. Bahkan mereka sudah bisa merakit alat lukis elektrik sederhana untuk melukis bambu,” kata dia.

Menurut dia, potensi seputar bambu di Wonogiri sangat melimpah. Baik bahan bakunya maupun para perajinnya. Akan sangat sayang jika hal itu tidak dimanfaatkan. Aris Arianto