JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tragedi Limbah Hitam Perusak Bengawan Solo, Mendadak Jadi Sorotan. Belasan Tahun Cemari Lingkungan, Pemerintah Didesak Turun Tangan

Foto matinya ikan-ikan di Bengawan Solo yang diduga dampak limbah hitam yang dibuang ke bengawan dan mencemari sungai. Foto/Instagram
Foto matinya ikan-ikan di Bengawan Solo yang diduga dampak limbah hitam yang dibuang ke bengawan dan mencemari sungai. Foto/Instagram

SRAGEN- Bagi masyarakat di sepanjang aliran Bengawan Solo, utamanya di wilayah Karanganyar, Sragen hingga ke hilir, musim kemarau seperti saat ini seolah menjadi mimpi buruk. Betapa tidak, acapkali kemarau datang, sungai terpanjang di Pulau Jawa yang selama ini menjadi ikon itu selalu berubah menebar ancaman.

Air sungai yang biasanya jernih (meski tak sejernih dari pegunungan) mendadak berubah drastis. Buangan limbah yang entah darimana datangnya menjadi petaka yang membuat air bengawan berubah warna menjadi hitam pekat dengan bau busuk menyengat.

Sejumlah warga yang tinggal di dekat sungai, mengaku perubahan air sungai menjadi hitam penuh limbah itu sebenarnya sudah berlangsung belasan tahun. Meski tersiksa karena bau menyengat dan air sungai yang tak bisa dikonsumsi, mayoritas warga hanya bisa memendam keluhan dan menganggap sebagai bencana tahunan.

“Sudah lebih 10 tahun begini. Pokoknya setiap kemarau, mesti airnya jadi hitam bercampur limbah. Baunya juga busuk. Sangat jauh dengan ketika saya kecil dulu. Airnya masih bening bisa untuk mandi dan ikan-ikan juga banyak. Sekarang nggak ada yang berani mandi karena airnnya hitam dan kadang malah bikin gatal. Ikannya yang ada cuma sapu-sapu. Belum lagi sumur-sumur dekat sungai airnya kalau kemarau begini sudah tercemar dan agak hitam juga,” ujar Wanto, warga di Kecik, Tanon, Sragen yang tinggal persis di tepi Bengawan Solo, Rabu (25/7/2018).

Keprihatinan soal tragedi limbah perusak Bengawan Solo juga mendadak kembali mencuat dan ramai dibicarakan di media sosial Soloraya. Ribuan netizen ramai-ramai menunjukkan keprihatinannya dan mendesak pihak terkait untuk turun tangan mengusut pabrik yang tega mengubah warna air Sungai Bengawan Solo menjadi pekat itu.

Baca Juga :  Curahan Hati Ribuan Pekerja Seni Ngisor Tarub Sragen, Sudah 6 Bulan Puasa Penghasilan. Desak Izin Hajatan Dibuka Lagi, Bupati Minta Waktu 5 Hari untuk Koordinasi Polda

Sorotan itu salah satunya diunggah oleh akun instagram sragenkita dua hari lalu.

Dalam unggahannya, akun ini menulis “Menyampaikan aspirasi masyarakat, aliran bengawan Solo tercemar limbah. Laporan dari Masyarakat, kalau lewat jembatan jurug solo… aliran air dari sukoharjo jernih.. kalau jenengan amati setelah jembatan sari masaran.. ke hilir.. airnya keruh, hitam berbau.. kira2 pabrik mana yang mencemari nih lurr?? ada yg tahu?” 

Unggahan itu disertai foto ikan patin dan ikan jenis lain mati mengambang di tepian Bengawan Solo yang airnya menghitam pekat. Dalam sekejap, unggahan itu menjadi viral dan mendapat jempol serta komentar ribuan follower dan netizen lainnya.

Mayoritas mengomentari prihatin dan mendesak pemerintah mengusut pabrik pencemarnya.

Seperti akun 09_alfin yang menulis Memprihatinkan

bagus_9701Semoga cepat di tindak lanjuti

adewahyudi1976Yang ini lebih mengerikan daripada ikan predator

priandigeriWahh usut lurr Eman Eman

@sragenkitanyante mawon ?…mimin juga sedih kalo lihat sungai tercemar…semoga segera tertangani njih ???

cimongakcLimbah pabrik mana ya gan..sampai bau y sampai masuk ke desa desa dekat aliran sungai bengwan Solo

martin_satria9205Semoga cepat terselesaikan ?

rafifgardaGimana ni mantan walikota solonya

sri_ekopAyo dinas lingkungan hidup kita audit pabrik2 itu, hngan mau d suap

[email protected]_infocegatansolo gimana min? bisa bantuin ndak, kasian masyarajat sekitarnya

[email protected] bau banget udah sejak jaman ku SMA min… ket 12tahun yang lalu ?

etaphilinSungai di daerah winong … utarane kawasan pabrik bulu itu ambu ne juga gak karu karuan min, belum lagi kadang warnane campur agak agak merah ?

Tangkapan layar status instagram keprihatinan rusaknya Bengawan Solo dampak limbah. Foto/Wardoyo

Tak hanya itu,  akun Riko Sbm juga mengunggah status disertai foto-foto pemandangan Sungai Bengawan Solo yang juga berwarna hitam pekat dan berbau menyengat khas limbah.

Baca Juga :  Jualan Sepi Dampak Pandemi Covid-19, Tukang Pentol Goreng Asal Tangen Nekat Bunuh Diri Terjun dari Jembatan Sapen. Padahal Anak Keduanya Masih Bayi

Dalam statusnya ia menulis,

HANCURNYA EKOSISTEM BENGAWAN SOLO, MULAI DARI JATENG-jatim.jembtan nglondan,payak,ngunengan.air sprti kopi kental pekat dari ikan terkecil,sampai ikan besar mati semuanya. 

Saya prihatin dngn ini semua. Tanpa ada solidaritas. Mereka malah senang dngn ikan yg trcemar limbah/racun. 

Memang kita selesai makan ikan itu tdk brdampak apa2. Tpi sedikit demi sedikit pengkristalan penyakit psti ada di dlm tubuh,akire juga kena penyakit. 

Bagi sahabat mancing se luruh dri jawa tengah dan jawa timur.bahkan se indonesia ayo kita melangkah maju. Sampai pengairan bengawan solo bisa steril dan bebas dri pencemaran limbah”

Tulisan ini pun juga langsung diserbu ribuan jempol dan komentar yang rata-rata menuntut pihak terkait segera menindaklanjuti dan menghentikan praktik pembuangan limbah yang sudah belasan tahun menjadi perusak Bengawan Solo itu. Wardoyo