loading...
Loading...

JAKARTA– Seperti diberitakan Joglosemarnews.com, Fariz RM ditangkap Satgas Narkoba Polres Metro Jakarta Utara karena kasus Narkoba . Penyanyi senior tersebut sudah tiga kali ditangkap karena kasus yang sama. Pada tahun 2007 Fariz RM ditangkap karena terbukti menggunakan narkoba jenis ganja. Lalu pada 2015 dia lagi ditangkap dengan barang bukti heroin.

Bagaimana kecanduan bisa kambuh lagi? Seperti dilansir dari center on addication, disebutkan bahwa seperti diabetes, kanker dan penyakit jantung, kecanduan disebabkan oleh kombinasi faktor perilaku, lingkungan, dan biologis.

Kecanduan melibatkan perubahan dalam fungsi otak dan tubuh. Perubahan ini dapat disebabkan oleh penggunaan zat berisiko atau mungkin sudah ada sebelumnya.

Baca Juga :  Kasus Video 3 Lawan 1 Vina Garut, VA Menunduk dan Goyangkan Kaki Saat Penyerahan dari Polisi ke Kejari Garut

Perubahan-perubahan di otak ini dapat tetap untuk waktu yang lama, bahkan setelah orang tersebut berhenti menggunakan zat. Dipercaya bahwa perubahan ini dapat menyebabkan mereka yang kecanduan rentan terhadap isyarat fisik dan lingkungan yang mereka kaitkan dengan penggunaan zat, juga dikenal sebagai pemicu, yang dapat meningkatkan risiko kambuh.

Tak heran jika kecanduan oleh sebagian besar asosiasi medis, termasuk American Medical Association dan American Society of Addiction Medicine, didefinisikan sebagai suatu penyakit.

Baca Juga :  Kecelakan Maut Libatkan 3 Mobil di Tol Cipularang

Apakah kecanduan bisa disembuhkan? Tidak ada yang “menyembuhkan semua” untuk setiap kecanduan narkoba, termasuk heroin. Sebaliknya, ada perawatan efektif yang tersedia untuk membantu pecandu yaitu melalui proses yang disebut pemulihan.

Seperti apakah pemulihan kecanduan narkoba ini? Jenis perawatan khusus yang digunakan biasanya bergantung pada beberapa hal. Termasuk individu, zat yang digunakan, serta kondisi medisnya. Menggunakan berbagai bentuk perawatan seringkali lebih efektif daripada hanya menggunakan satu jenis saja. Ada dua bentuk utama yang biasa digunakan. Yaitu terapi farmakologi (pengobatan) dan terapi perilaku.

www.tempo.co

Loading...