JOGLOSEMARNEWS.COM Market Ekbis

Buka Loka POM Di Solo, Siap Bantu UMKM Tingkatkan Daya Saing

Triawati
Triawati

SOLO- Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) membuka kantor Loka POM di kota Solo, Kamis (20/9/2018). Pembukaan Loka yang sama dilakukan juga di Kabupaten Banyumas dan menjadi dua dari 40 Loka tambahan di seluruh Indonesia tahun ini.

Kepala BPOM RI, Penny K Lukito mengungkapkan, pihaknya berharap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat terbantu untuk berdaya saing yang baik melalui pembukaan Loka POM ini.

“Karena UMKM akan lebih mudah mengakses legalitas kelayakan produknya. Pembukaan Loka POM memang menyasar pelayanan ke masyarakat. Khususnya untuk mendukung aspek perdagangan dan industri. Salah satunya yang disasar yakni UMKM. Dengan begitu kami bisa melayani kebutuhan masyarakat yang lebih besar. Memastikan obat dan makanan yang beredar di masyarakat bisa berkualitas dan terjamin mutunya,” paparnya.

Baca Juga :  UMS Lantik 22 Dokter Gigi Secara Online. Pelantikan Pertama yang Dilakukan Secara Daring

Ditambahkan Penny, bagi UMKM memiliki produk yang sudah teruji, maka pengembangan dan pelayanan industrinya akan lebih mudah. Khususnya untuk pengembangan pasar di luar negeri, UMKM bisa lebih berdaya saing.

“Dan dengan adanya BPOM yang hadir di daerah juga diharapkan mampu meminimalisir adanya barang ilegal. Sebab produsen dalam negeri bisa lebih mudah menyediakan kebutuhan pasar dengan kualitas yang teruji. Saat ini BPOM sudah hadir di 34 provinsi di Indonesia. Ditambah lagi dengan adanya loka ini juga menghadirkan BPOM di 40 kota dan kabupaten,” imbuhnya.

Baca Juga :  KEREN! Mahasiswa UNS Raih Juara 1 di Ajang IKAB National Scientific Writing and Youth Competition

Selain membuka komunikasi, BPOM juga memberikan forum bimbingan teknis. Disamping itu ada fasilitasi yang diberikan pada masyarakat, khususnya UMKM ini.

“Dengan begitu pengembangan industri dan pos marketnya lebih maksimal,” ucapnya.

Di sisi lain, BPOM juga hadir untuk pengawasan obat khususnya obat tradisional yang banyak diproduksi UMKM. Triawati PP