JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Walikota Solo dan Bupati Sragen Protes Sistem CAT Seleksi CPNS 2018. Penilaian Dinilai Tak Adil, Disebut Hanya Pemborosan Anggaran 

Walikota Solo, FX Hadi Rudiyatmo didampingi Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati usai meninjau tes CAT CPNS di GOR Diponegoro. Foto/Wardoyo


Walikota Solo, FX Hadi Rudiyatmo dan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati seusai meninjau lokasi tes CAT CPNS di GOR Diponegoro Sragen, Senin (29/10/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo dan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati memprotes kebijakan seleksi CPNS formasi umum tahun 2018 yang saat ini sedang berlangsung.

Protes dilontarkan terkait sistem penilaian yang dianggap tidak adil dan kebijakan penyelenggaraan yang dinilai hanya pemborosan anggaran negara.

Hal itu terlontar saat Rudy menggelar sidak ke lokasi pelaksanaan tes CPNS Pemkot Solo di GOR Diponegoro Sragen, Senin (29/10/2018). Ia meninjau langsung ke lokasi tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) untuk pelamar CPNS Solo.

Baca Juga :  Masih Level 3, Sragen Belum Berani Buka Obyek Wisata. Bupati: Tunggu Koordinasi Dulu!

Usai mengecek lokasi tes, Rudy menyampaikan seleksi tahun ini tidak efektif serta menggunakan standar penilaian yang tidak adil.

Advertisement

Ia mencontohkan seleksi CPNS untuk formasi tenaga kesehatan di Kota Bengawan. Pemkot hanya mendapatkan kuota 200 tenaga kesehatan. Kuota itu diperebutkan oleh lebih dari 7.000 peserta. Dengan komposisi tersebut peluang setiap peserta adalah 1 dibanding 35.

“Ini kan tidak efektif. Pemerintah ini melakukan pemborosan karena hanya menyediakan kuota sedikit. Padahal peminatnya sangat banyak. 7.000 pendaftar yang diterima 200. Yang diterima dengan biaya yang dikeluarkan itu tidak sebanding,” katanya.

Baca Juga :  Fenomena Miris, Orangtua Penjemput di Sragen Kepergok Masih Ngeyel, Dinas Minta Anak-Anak Gantian Nasehati Ortunya!

Dihadapan ratusan peserta yang sedang menunggu SKD, wali kota berpesan agar tidak menumpukan harapan pada seleksi CPNS. Dia mendorong agar sesama peserta seleksi menjalin komunikasi. Hal itu sangat berguna untuk membentuk jejaring dalam mencari pekerjaan di sektor lain.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua