loading...


Suasana sidang ke-2 kasus Mercy Maut, Kamis (8/11/2018). Foto: Triawati

SOLO– Memasuki babak lanjutan sidang kasus dugaan pembunuhan dengan terdakwa Iwan Adranacus (40), kuasa hukum menyebutkan ada kejanggalan. Kejanggalan tersebut terdapat pada keterangan saksi yang dilontarkan dalam agenda pemeriksaan saksi Jaksa Penuntut Umum (JPU), dalam sidang kedua, Kamis (8/11/2018).

Sidang kedua tersebut berlangsung selama kurang lebih lima jam sejak dimulainya pukul 12.00 WIB dan berakhir pukul 17.00 WIB. Sidang sempat diskors selama satu jam mulai pukul 13.00-14.00 WIB. Sebanyak empat saksi dihadirkan dalam persidangan tersebut dimana keempat saksi menyatakan berada di TKP saat kejadian.

Baca Juga :  Usai Tewaskan 189 Orang, Ujian Pesawat Lion Air Bakal Diperketat. Menhub: Pesawat Lain 10 %, Lion 40 %

Menurut Kuasa Hukum terdakwa, Joko Haryadi, beberapa keterangan yang dilontarkan saksi menunjukkan kejanggalan.

“Ada beberapa keterangan yang seakan tidak nyambung. Seperti misalnya ada saksi yang menyebutkan bahwa terdapat mobil yang parkir di sekitar lokasi kejadian, dan ada yang menyebutkannya tidak ada. Kemudian, salah satu saksi yakni Sunarjianto alias Temon yang merupakan sopir becak mengatakan bahwa korban hanya terserempet dan tidak langsung meninggal,” paparnya.

Baca Juga :  UNS Dorong UNESCO Akui Tempe Sebagai Warisan Makanan Tradisional Indonesia

Berdasarkan keterangan para saksi tersebut, Joko semakin yakin bahwa meninggalnya korban Eko Prasetio karena kecelakaan lalu lintas yang tidak disengaja.

“Kami tetap bersikukuh bahwa kejadian tersebut hanya kecelakaan lalu lintas yang tidak disengaja. Dan antara keluarga korban dan terdakwa sudah saling memaafkan. Selain itu, terdakwa juga siap bertanggungjawab terhadap keluarga korban. Termasuk juga memberikan jaminan untuk masa depan anak korban,” tukasnya. Triawati PP

Loading...