loading...
Loading...
Iwan Andranacus dituntut 5 tahun penjara oleh JPU. Triawati

SOLO– Jaksa Penuntut Umum (JPU) bersikukuh dengan tuntutannya kepada terdakwa Iwan Adranacus (40) dalam kasus Mercy maut. Hal itu terungkap dalam sidang tanggapan atas pembelaan yang digelar Senin (14/1/2019), di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta.

JPU Titik Maryani mengungkapkan bahwa dalam melakukan pembelaan, kuasa hukum tidak mengutip keterangan para saksi secara utuh dimaana para saksi dilapangan dengan jelas melihat kalau memang ada kesengajaan dalam kasus ini, dimana saksi mengatakan kalau dalam kasus ini, korban ditabrak, bukan tertabrak.

“Keterangan tersebut juga dikuatkan dengan keterangan saksi ahli dari tim LabFor Polda Jateng, dimana ada material ban yang tersangkut pada knalpot motor korban dalam kesimpulan, saksi mengatakan material tersebut bisa tersangkut karena kecepatan yang tinggi. Dan keterangan dari saksi mekanik mobil dimana mobil Mercedes-Benz dapat mencapai akselerasi 100 Km dalam waktu 3 sampai 5 detik saja,” paparnya.

Baca Juga :  Panti Asuhan Tertua Milik Muhammadiyah Solo Resmikan Gedung Baru

Sementara itu terkait keaaksian tiga orang rekan terdakwa yang tidak hadir dalam persidangan dan hanya dibacakan BAP-nya. JPU menilai hal tersebut sah dimata hukum karena dalam proses penyidikan mereka juga telah disumpah, sehingga keterangan mereka sama setara dengan saksi yang disumpah dipersidangan.

Baca Juga :  Mengenang Eyang Habibie, 70 an Siswa TK Alam Surya Mentari "Buat" Pesawat Terbang

“Hal itu sudah diatur dalam Pasal 162 KUHAP. Mengingat ketiga orang saksi tesebut berdomisili diluar kota Surakarta, dan kita sudah melakukan pemanggilan sebanyak 2 kali namun tidak ada respon, sebelum kita membacakan kita juga sudah bertanya dengan terdakwa dan tim penasehat hukum, dan mereka tidak keberatan,” imbuhnya.

Di sisi lain, JPU Satriawan Sulaksono menuturkan memang terdakwa telah memberikan gantirugi dan santunan kepada ahli waris, dan pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan damai, namun hal tersebut tidak bisa menggugurkan tuntutan, sehingga JPU tetap  bersikukuh meminta Hakim menghukum  terdakwa dnegan kurungan penjara.

Baca Juga :  Panglima TNI Hadi Tjahjanto Terima Doktor Kehormatan dari UNS Surakarta

” Kasus ini tidak bisa disamakan dengan kasus anak dari Hartarajasa dan Ahmad Dhani, dimana dalam kasus tersebut, dakwaannya kecelakaan, sedangkan ini Pembunuhan. Dimana nyawa tidak ada harganya. Sehingga bagi kami 5 tahun merupakan waktu yang cukup bagi terdakwa untuk berfikir dan memperbaiki diri didalam Rutan, dan akan mendapat pembinaan disana,” tukasnya. Triawati PP

Loading...