loading...
Loading...
Tiga komplotan begal yang digawangi ABG pengangguran di Sragen saat diamankan di Polres Sabtu (19/1/2019). Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN- Fenomena miris kembali menyeruak di Sragen. Tiga orang remaja, satunya masih dibawah umur nekat berkomplot menjadi penjahat dengan modus begal.

Ketiga ABG asal Bendo Sukodono dan Pengkol Tanon itu ditangkap setelah sebulan beraksi merampas motor, HP dan barang berharga milik dua siswa SMP.

Ketiga ABG bengal itu masing-masing Irfan Nadi Mustafa (19) asal Pengkol RT 8, Pengkol, Tanon, Angga Yudi Kusuma (23) asal Kedong RT 9/4, Bendo Sukodono dan satu masih di bawah umur berinisial NW (17)  asal Bendo Sukodono.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Landa Gondang Sragen. Hektaran Tebu Siap Panen Ludes, Warga Panik dan Berhamburan 

Ketiganya dibekuk dalam sebuah penggerebekan oleh tim Resmob Polres Sragen Jumat (18/1/2019) siang. Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan mengungkapkan mereka diringkus sekitar pukul 13.00 WIB di Jalan Raya Pengkol-Tanon tepatnya di Depan Balai Desa Pengkol,Tanon, Sragen.

Mereka diringkus atas laporan pembegalan yang dilakukan terhadap dua siswa SMP, Aditya Yoga (15) asal Ngablak, Sine dan Raka Dwi Candika (14) asal Prampelan, Pandak, Sidoharjo.

Baca Juga :  Calhaj Termuda Sragen Diketahui Berasal dari Tanon. Yang Tertua Berusia 93 Tahun Asal Kalijambe

Aksi begal itu sudah terjadi pada 14 Desember 2018 di area pemakaman umum Karang Tengah, Sragen.

“Tersangka diamankan di Polres Sragen berikut barang bukti untuk diproses lebih lanjut,” paparnya Sabtu (19/1/2019).

Kasat Reskrim AKP Harno menguraikan barang bukti yang diamankan antara lain satu buah HP Xiomi Resmi Note 5A milik korban, sebuah motor Honda Vario 110 AD 6952 AVE milik korban yang sudah diganti nopolnya oleh pelaku, dan sebuah motor Honda Scoopy AD-4165-BGE milik tersangka yang digunakan saat beraksi.

Baca Juga :  Perang Tembakan di Pilkades Sragen, Kapolres Isyaratkan Pemberi Bakal Diproses Utama, Begini Cara Laporannya Jika Menemukan Money Politik!

Turut diamankan pula sebilah sabit yang digunakan sebagai senjata mengancam korban.

“Modusnya, tersangka menghampiri korban yang sedang nongkrong di pinggir jalan ring road Utara Sragen sekitar pukul 02.00 WIB saat kejadian. Lalu motor diminta dan korban dipaksa naik motor diajak ke lokasi kejadian di pemakaman umum Karangtengah Sragen. Lalu motor dan HP milik korban dirampas oleh pelaku,” terang Kasat Reskrim. Wardoyo

Iklan
Loading...