JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Pemkab Karanganyar Klaim Turunkan 2 Digit Angka Kemiskinan. RPJMD Digaransi Tampung Aspirasi

Ilustrasi kemiskinan
Ilustrasi kemiskinan

KARANGANYAR- Pemerintah Kabupaten Karanganyar menggelar Forum Konsultasi Publik mengenai Penyusunan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2018-2023 di Hotel Tamansari, Kamis (17/1/2019). Dalam kegiatan ini selain memaparkan rencana program pembangunan, Pemkab juga siap menampung masukan dari masyarakat.

Kegiatan Forum Konsultasi Publik ini diikuti peserta dari Bappeda Provinsi Jawa Tengah, jajaran OPD, masyarakat, pengusaha dan kalangan seni budaya. Dalam laporannya Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapperlitbang) Kabupaten Karanganyar, Muhammad Indrianto mengatakan kegiatan ini merupakan sarana penyampaian kebijakan prioritas dari Pemkab Karanganyar serta menampung masukan dari masyarakat.

Baca Juga :  Dianggarkan Sejak 2019, Pembangunan Masjid Agung Karanganyar Belum Juga Dimulai. Proyek Halaman Satreskrim Senilai Rp 400 Juta Harus Ditender Ulang, Ada Apa Gerangan?

“Tahapan konsultasi publik sangat penting untuk menentukan rancangan kerja OPD yang selaras dengan visi misi Bupati,” katanya.

Bupati Karanganyar dalam sambutan sekaligus arahannya menyatakan RPJMD tahun ini Pemkab Karanganyar tetap akan memperhatikan aspirasi dari masyarakat dan pihak-pihak lainnya. Harapannya, tiap OPD mampu memberikan ide atau gagasan untuk kepentingan masyarakat.

Baca Juga :  Terus Meroket, Kasus Positif Covid-19 Karanganyar Tambah Jadi 362. Sebanyak 90 Pasien Dirawat, Jumlah Meninggal Sudah Mencapai 64 Orang

“Mari berjuang bersama memajukan Karanganyar. Apalagi Pemkab Karanganyar telah mampu menekan angka kemiskinan hingga dua digit,”ujarnya.

Ditambahkannya sinergi antara Pemkab dan berbagai elemen masyarakat merupakan kunci untuk kesejahteraan warga. Ia pun menyampaikan penyusunan RPJMD Kabupaten juga selaras dengan pembangunan nasional dan provinsi.

“Penyusunan RPJMD Kabupaten tentunya mengacu pada kebijakan pembangunan nasional dan provinsi. Karena semuanya bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,”pungkasnya. Wardoyo