JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Buru Pelaku Penusukan, Briptu Agus Malah Dijebak dan  Dikeroyok 20 Preman

ilustrasi
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
ilustrasi

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM –  Maksud Briptu Agus  (26) memburu tersangka kasus penusukan. Namun, ia malah sikeroyok dan menjadi bulan-bulanan preman di kawasan Tangga Buntung, Palembang,  Sumatra Selatan.

Insiden itu terjadi Sabtu (23/2/2019) swkitar pukul 17.30 WIB. Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Kombes Yustan Alpiani di Palembang, mengatakan, akibat ulah para preman itu,  anggota Subdit III Jatanras Polda Sumsel tersebut  mengalami luka berat oleh tiga tusukan.

“Awalnya Briptu Agus sedang menyelidiki kasus penusukan yang menyebabkan seorang korban meninggal dunia. Nah, saat berpapasan dengan polisi, pelaku langsung kabur,” kata Yustan.

Baca Juga :  Bakal Dibuka Pekan Depan, Kuota Kartu Prakerja Gelombang IV Ditambah

Melihat si pelaku kabur, Briptu Agus pun langsung melakukan pengejaran.  Nahasnya, ia malah dijebak untuk masuk ke area preman yang biasa menjadi tempat pelaku nongkrong bersama teman-temannya.

“Saat sampai di lokasi, pelaku langsung teriak dan Briptu Agus dikeroyok. Ada 15-20 orang pelakunya dan tiga pelaku melakukan penusukan dengan senjata tajam pisau,” kata Yustan.

Dalam kondisi luka tusuk di punggung, Briptu Agus berusaha menyelamatkan diri. Agus lalu diselamatkan oleh anggota polisi lainnya yang turut memantau penangkapan pelaku dari kejauhan. Briptu Agus kemudian langsung dibawa ke RS Bhayangkara Palembang.

Baca Juga :  Joko Tjandra dan Brigjen Prasetijo Utomo Sama-sama Ditahan di Rutan Mabes Polri

Tak berapa lama, polisi menangkap empat orang pelaku yakni Heriyadi, Khoiri, Ajit dan Agung. Satu orang dari empat pelaku itu yakni Agung merupakan tersangka penusukan tahun 2018 lalu.

Saat penangkapan empat orang ini, satu orang terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan petugas.

“Sisanya masih kami kejar, sementara kondisi Briptu Agus sudah berangsur-angsur membaik,” kata Yustan.

www.tempo.co