JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Ternyata Handarbeni Atau Rasa Memiliki Wajib Dipunyai Warga Kurang Mampu. Hal Itu Menjadi Syarat Untuk Mengentaskan Kemiskinan

Bupati meresmikan proyek saluran irigasi yang didanai pusat di Kecamatan Slogohimo.
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Bupati meresmikan proyek saluran irigasi yang didanai pusat di Kecamatan Slogohimo.

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM -Ternyata istilah Jawa handarbeni atau rasa memiliki mesti dipunyai warga kurang mampu. Pasalnya menjadi syarat untuk mengentaskan kemiskinan.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo menyebutkan masyarakat harus ikut merasa handarbeni atas proyek-proyek bantuan pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan. Jika tidak ada komitmen merasa memiliki maka berapa pun besarnya kucuran anggaran pemerintah akan sia-sia.

“Tetap saja keluarga kurang mampu menyandang kemiskinan karena tidak ada manfaatnya,” kata dia di sela sarasehan program pengentasan kemiskinan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Kamis (21/3/2019).

Baca Juga :  UNNES Kerjasama Dengan Puskesmas Jatisrono I Wonogiri Terbitkan Booklet Siaga Corona Alias BOSICO, Ternyata Untuk Mencegah Penyebaran COVID-19

Dia menegaskan, jika masyarakat penerima manfaat mau merawat dan menjaga program, maka pemerintah khususnya Pemkab Wonogiri siap mengalokasikan anggaran yang lebih besar lagi.

“Lha kalau sekarang mendapat proyek tapi tidak dijaga bahkan dirusak Pemkab tidak bisa mentolerir,” tandas dia.

Program penanganan kemiskinan bidang insfratruktur Kabupaten Wonogiri tahun 2019 menyasar 71 desa/kelurahan. Menurut Kepala Bidang Sumberdaya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Wonogiri Bowo Dwi Hartono,  ada 35 desa atau Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) sebagai penerima manfaat.

Baca Juga :  Begini Skenario Simulasi Pembelajaran Tatap Muka Alias Offline Tingkat SMA Maupun SMK di Wonogiri, Khusus Kota Mete Ada 2 Sekolah yang Siap, SMKN 2 dan SMAN 2

“Tahun 2018 lalu hanya ada 14 desa atau kelompok P3A namun tahun ini ditingkatkan menjadi 35 desa atau Kelompok P2A dengan batuan masing-masing Rp 195 juta/desa,” terang Bowo sembari menambahkan anggaran tersebut berasal dari pusat atau APBN.

Selain sektor pengairan atau irigasi, program penanganan kemiskinan bidang insfratruktur kabupaten Wonogiri juga menyasar 25 desa atau Pokmas. Mereka mendapat program Pamsimas Tahap III dan 11 desa atau Kelompok Tani (Klomtan) lainnya mendapat program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan. Aris Arianto