loading...
Dok Komunitas Dongeng Keliling

SOLO, JOGLOSEMAR NEWS.COM – Untuk meningkatkan rasa toleransi  dalam kehidupan bermasyarakat, digelar workshop Sinau Dongeng.

Workshop berlangsung di Warung TOP Inspirasi Sumber, Solo.  Tema yang diusung dalam workshop tersebut adalah ‘bertoleransi dalam imajinasi’.

Tsany K selaku Public Relations Division menjelaskan,  dongeng dipilih sebagai sarana untuk menebarkan nilai kebaikan karena dongeng disukai oleh anak-anak.

Dongeng menurut Tsany, juga dapat mengajari tanpa perlu menggurui.  Anak-anak akan mencontoh perilaku baik dari tokoh-tokoh yang diceritakan dalam kisah dongeng.

“Jadi tanpa sadar nilai budi pekerti telah tertanam pada benak mereka”, jelas Rona Mentari selaku pendongeng sebagaimana dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Baca Juga :  Patkesindo Jalin Kerjasama Dengan Lembaga Penyaluran Tenaga Kerja Jepang

Workshop tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan mulai dari anak-anak, mahasiswa, hingga orang tua.

Tak hanya belajar mendongeng, para peserta juga berkesempatan untuk mempraktekkan secara langsung.

Azka, peserta termuda pada workshop, dengan antusias mengikuti acara hingga selesai.

“Aku senang dongeng, pengen bisa mendongeng kaya kak Rona”, ujar anak berumur 5 tahun itu.

Workshop ‘Sinau Dongeng’ merupakan bagian dari serangkaian acara yang mewarnai Festival Purana yang diprakarsai oleh Komunitas Dongeng Keliling (Doing) Project.

Festival Purana dibuka dengan Kreta Purana Goes to School. Kreta adalah singkatan dari Kreasi dan Bercerita. Kreta merupakan acara pembuka yang telah diselenggarakan Jumat (29/03/2019) lalu di SD Negeri Gulon Jebres Solo.

Baca Juga :  Joko Kendil, Loko Uap Kuno Mulai Mengerel di Solo

Sedangkan acara penutup yang juga merupakan acara puncak dari Festival Purana yaitu Pagelaran Dongeng Solo. Pagelaran rencananya digelar Sabtu (20/4/2019) di Taman Cerdas Soekarno Hatta, Jebres, Solo. suhamdani