loading...
Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pengembangan kasus dugaan masih terus dilakukan.

Bahkan, mantan Kapolda Metro Jaya, Komisaris Jenderal (Purn) M. Sofyan Jacob, dijadikan tersangka dengan sejumlah bukti dalam bentuk video.

“Ada ucapan (Sofyan) dalam bentuk video. Tentu penyidik lebih paham dan lebih tahu. Sudah memenuhi unsur untuk menaikkan status yang bersangkutan menjadi tersangka,” tutur Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono di kantornya, Senin (10/6/2019).

Dia tak menjelaskan secara rinci peran Sofyan serta kelompok yang diduga akan melakukan makar. Namun, dugaan makar tersebut terekam dalam sebuah video yang dijadikan bukti kuat menjadikan mantan jenderal itu sebagai tersangka.

“Tentunya kan ada di berbagai macam kelompok itu melakukan kegiatan makar di situ. Sedang kami lakukan pemeriksaan saksi yang lain,” kata Argo.

Menurut Argo, Sofyan ditetapkan sebagai tersangka sejak 29 Mei 2019. Argo tak menjelaskan siapa pelapor kasus Sofyan. Kasus yang menjerat Sofyan limpahan dari Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia atau Mabes Polri.

Baca Juga :  4 Tewas Sekaligus di Tengah Pandemi Corona, Ini Sebabnya

Sofyan menjabat Kapolda Metro Jaya pada Mei 2001, dua bulan sebelum Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dilengserkan oleh MPR.

Kini, Sofyan disangka melanggar Pasal 107 Kitab Undang-undang Hukum Pidana dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana.

Ia diduga melakukan kejahatan terhadap keamanan negara atau makar, menyiarkan suatu berita yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat, atau menyiarkan kabar yang tidak pasti.

Adapun Sofyan seharusnya diperiksa hari, Senin, 10 Juni 2019, di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pukul 10.00 WIB. Namun, menurut Argo, Sofyan berhalangan lantaran sakit. Penyidik pun akan menjadwalkan ulang pemeriksaan.

Baca Juga :  Sebagian Daerah Sudah Lockdown, Luhut Usul Karantina Wilayah ke Jokowi

Pengacara Sofyan, Ahmad Yani, hari ini menyampaikan surat permohonan penundaan pemeriksaan kliennya ke Polda Metro Jaya. Ia mengatakan kliennya siap hadir jika pemeriksaan diagendakan menjadi pekan depan.

“Tadi suratnya kami antar ke penyidik. Penjadwalan ulangnya tergantung penyidik kapan,” ujar dia di kompleks Polda Metro Jaya.

Ahmad Yani mengatakan pelapor Sofyan sama seperti pelapor tersangka dugaan kasus makar Eggi Sudjana. Tapi, dia tak menyebutkan identitas pelapor mantan Kapolda Metro Jaya itu.

www.tempo.co