loading...
Direktur CV MSB, Sugiyono. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Direktur CV Mitra Sukses Bersama (MSB), Sugiyono menampik tudingan bisnis kemitraan semut rangrang yang dikelolanya sebagai investasi bodong alias abal-abal.

Ia balik menyebut jika sebagian besar dari ribuan mitranya sudah merasakan manfaat dari pembayaran saat panen dan keuntungan.

Hal itu disampaikan saat ia memberikan keterangan perihal rumor kebangkrutan dan penutupan usaha rangrangnya kemarin.

“Kalau bodong itu, mohon maaf, satu contoh uang yang saya masih ke mitra Rp 100 miliar, yang nyantol ke saya Rp 500 miliar. Itu baru bisa dikatakan bodong. Lha ini, yang nyantol di kami jauh lebih kecil dari yang pernah kami bayarkan ke mitra,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM .

Lebih lanjut, mantan Sekdes dan PNS asal Dukuh Kroyo, Taraman, Sidoharjo, Sragen itu mengatakan sejak ia rintis tahun 2014, CV MSB sudah memiliki hampir 6.000 mitra di sejumlah daerah dan provinsi.

Baca Juga :  Duduk Perkara Munculnya Penolakan Pendirian Pabrik Sepatu Korea di Sumberlawang Sragen. Warga Klaim Ada 106 Yang Menolak Lahannya Dibeli, Alasannya Hanya Karena Ini!

Selama kurun lima tahun, ia mengklaim usahanya telah memberi banyak manfaat ke mitra. Menurutnya sekarang jika ada mitra mungkin panen nyantol 100 paket senilai Rp 150 juta, bisa saja selama ikut CV MSB, yang bersangkutan sudah pernah panen Rp 700 juta.

Atas kalkulasi itu, ia mengatakan 95 % mitra yang ada di CV MSB sebenarnya mitra lama yang sudah pernah menikmati panen dan keuntungan. Sementara sisanya adalah mitra baru yang belum menikmati dan kemudian resah dengan penutupan produksi.

“Mungkin ini pukulan bagi mereka (mitra baru). Tapi kalau bicara mitra lama, sebenarnya mereka tidak ada yang dirugikan,” katanya.

Baca Juga :  Kabar Duka, Satu Lagi Pasien PDP Corona Sragen Meninggal Dunia. Berasal Dari Kecamatan Ngrampal, Meninggal di RSUD Sragen

Meski demikian, Sugiyono memastikan dirugikan atau tidak, sebagai penanggungjawab manajemen CV MSB, dirinya sudah memberikan jadwal pembayaran kewajiban kepada mitra yang harus dibayar sampai tuntas.

“Yang kami bayar tidak hanya modal tapi sesuai janji yaitu Rp 2,2 juta perpaket,” katanya. Wardoyo