JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Hari terakhir MPLS, SD Muhamadiyah 1 Ketelan Kunjungi Mangkunegaran

Ratusan siswa kelas 1A, B, C dan D SD Muhammadiyah 1 Ketelan berjalan kaki menuji Pura Mangkunegaran, Kamis (25/7/2019). Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ratusan siswa kelas 1A, B, C dan D SD Muhammadiyah 1 Ketelan berjalan kaki menuji Pura Mangkunegaran, Kamis (25/7/2019). Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ratusan siswa kelas 1A, B, C dan D SD Muhammadiyah 1 Ketelan berjalan kaki menuji Pura Mangkunegaran, Kamis (25/7/2019). Perjalanan dari sekolah setempat menuju Pura Mangkunegaran dilakukan dengan berjalan kaki sebagai simbol napat tilas sejarah.

Kunjungan itu sendiri mrupakan bagian dari kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru tahun ajaran 2019/2020. Menurut SW. Winarsi selaku Ketua MPLS, kunjungan museum dengan berjalan kaki ini guna menumbuhkan rasa memiliki dan ikut melestarikan, merawat peninggalan warisan nenek moyang.

“SD Muh 1 sekolah budaya, mengapa jalan kaki? Jalan kaki ini ibaratnya untuk menelusuri Perjuangan Jenderal Sudirman sebagai Tokoh Hizbul Wathan saat bergerilya. Ia berlatar belakang seorang guru HIS Muhammadiyah di Cilacap dan giat di kepanduan Hizbul Wathan, dari sekolah tadi ke Mangkunegaran jalan kaki sekitar 10 menit,” ujarnya.

Baca Juga :  Berkas Belum Siap, Sidang Tuntutan Kasus Kejahatan Perbankan UOB Solo Ditunda

Seorang siswi yang ikut berjalan kaki mengatakan, walaupun kegiatan ini cukup melelahkan, namun pihaknya tidak mengeluhkan.

“Lumayan capek tapi ikut senang, seru bisa jalan-jalan bareng,” ujar Shakia Rifda al Ghossani.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang Humas menambahkan, kegiatan kunjungan museum, juga untuk mengenalkan sejarah, karena menurutnya masih banyak siswa yang belum pernah berkunjung ke museum.

Baca Juga :  Tenang, Wali Kota Pastikan Ganti Rugi Lahan Warga Terkena Penataan di Jalan Ir Sutami Solo

“Sekolah selalu mendorong optimalisasi zonasi wisata terdekat dengan sekolah, dengan harapan mampu mengenal, mengenang dan memotivasi para siswa, sehingga integrasi proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler di sekolah bisa dilaksanakan dengan berbasis pada pengembangan budaya sekolah maupun melalui kolaborasi dengan komunitas-komunitas di luar lingkungan pendidikan, yang muaranya sinergi tiga pusat pendidikan, yaitu sekolah, keluarga (orang tua), serta komunitas (masyarakat),” kata Jatmiko. Triawati PP