loading...
Loading...
Warga berebut gunungan hasil bumi dalam tradisi kirab dekah dusun di Desa Jambanan, Sidoharjo, Sragen, Kamis (25/7/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Suasana meriah Menghiasi Desa Jambanan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Kamis (25/7/2019) siang. Ratusan warga besar kecil tua muda tumpah ruah menghadiri acara kirab haul dekah dusun yang dipusatkan di Dusun Kwayon desa setempat.

Diawali dengan kirab gunungan, ratusan warga mengarak gunungan yang terbuat dari hasil bumi petani. Di barisan depan, para perangkat dan sesepuh desa hingga karang taruna memimpin kirab dengan pakaian kejawen.

Menariknya, meski bernafaskan tradisi jawa, sepanjang jalan yang dilalui menuju sendang kawak atau sumur tua, peserta kirab melantunkan salawatan.

Setiba di sendang, gunungan dan jembulan beraneka hasil bumi dan makanan, kemudian didoakan bersama-sama.

Selanjutnya, gunungan hasil bumi diperebutkan bersama oleh warga. Aura kegembiraan dan kebersamaan sangat terasa. Setelah itu, warga bersama-sama menyantap bancaan yang dibuat oleh semua warga dan dikumpulkan jadi satu.

“Dapat kacang dan sawi Pak. Alhamdulillah, semoga berkah. Ini juga wujud syukur warga karena panenan sukses dan kali ini memang lebih meriah. Setiap tahun ada tradisi seperti ini,” papar Sugiyanti (48) warga Dusun Kwayon, Jambanan, Sidoharjo yang ikut berebut gunungan hasil bumi.

Foto/Wardoyo

Kades Jambanan, Sugino Welly menuturkan tradisi sedekah bumi atau dekah dusun itu digelar tiap tahun dan turun temurun dari nenek moyang. Tradisi itu sebagai wujud syukur warga atas hasil bertani yang bisa panen baik.

Baca Juga :  Berikut Daftar Kerusakan Akibat Angin Puting Beliung di 4 Kecamatan di Sragen. Total Ada 35 Rumah Rusak! 

Menurutnya gelaran dekah dusun tahun ini memang lebih berbeda. Selain diperluas menjadi 3 dusun, acara juga dimeriahkan dengan aneka perlombaan dan hiburan.

“Tradisi ini digelar setahun sekali,digelar setiap Kamis Legi kalau dulu hanya satu dusun sekarang pesertanya meluas ke 3 dusun. Warga tadi memperebutkan gunungan hasil bumi, istilahnya ngalap berkah. Tapi itu hanya mitos saja, yang jelas kami dari pihak desa bersama semua elemen termasuk karang taruna memang komitmen untuk menjaga dan melestarikan tradisi ini. Jangan sampai budaya baik ini punah,” terangnya.

Bahkan, Pemdes sudah berencana untuk mengembangkan tradisi itu menjadi salah satu daya tarik wisata budaya. Untuk tujuan itu, ke depan akan  dialokasikan dana dari PAD desa atau sumber dana lain guna pengembangan potensi budaya itu.

“Nanti kami juga sudah menyiapkan kirab besar-besaran untuk Festival Kampung Budaya Brojodento. Karena Makam Brojodento itu ikon desa kami dan akan kami kembangkan lagi,” terangnya.

Sementara, anggota Komisi IV DPRD Sragen dari Fraksi PKB, Fathurrohman yang ikut hadir dalam acara itu mengapresiasi positif tradisi tersebut. Menurutnya tradisi itu adalah budaya baik untuk dilestarikan karena sudah turun temurun diwariskan oleh leluhur.

“Tradisi ini banyak memberi nilai positif untuk kehidupan masyarakat. Masyarakat satu dukuh kumpul untuk mengirabkan hasil bumi. Lalu buat sedekah dikumpulkan jadi satu di sumur kawan lalu didoakan dan disantap bersama-sama. Nilai dan budaya kebersamaan, rasa syukur dan kegotongroyongan ini harus dijaga dan diuri-uri,” paparnya.

Baca Juga :  Kronologi Kecelakaan Maut di Tangkil Sragen, Mobil Panther Gasak Pemotor Hingga Tewas. Diawali Hujan Deras Lalu.... 

Legislator empat periode itu menguraikan dengan tingginya antusiasme warga, pihaknya mendorong agar ke depan agenda dekah dusun di Jambanan itu bisa digelar lebih besar. Hal itu selaras dengan semangat Pemdes dan warga yang antusias untuk mengangkat Jambanan menjadi kampung budaya.

“Kami siap mendukung. Bahkan nanti akan dideklarasikan Jambanan sebagai kampung budaya mulai 16-24 Agustus di besok. Nanti akan dibuat lebih besar, peserta kirab berseragam adat jawa mulai dari RT, tokoh masyarakat, diikuti rombongan ibu-ibu, karang taruna hingga grup rebana. Kami akan mengupayakan untuk bisa mengalokasikan Rp 100 juta untuk pengembangan,” pungkasnya. Wardoyo

Loading...