JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Solopeduli Santuni Anak 15 Tahun Tuna Rungu dan Tuna Wicara Yang Menanggung 4 Anggota Keluarganya

surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Solopeduli memberikan santunan kepada Juwadi, anak 15 tahun tuna rungu dan tuna wicara yang menanggubg empat orang anggota keluarganya. Santunan diberikan langsung kepada yang bersangkutan, Jumat (28/6/2019).

Ibu Sutinem janda (umur 45 tahun) mengalami kelainan mental dan mempunyai 5 orang anak ini menerima bantuan sembako dari Solopeduli. Bantuan disalurkan di rumah-nya di lereng gunung Merbabu, Dukuh Malibari RT.07/RW 01, Desa Ngargoloko Kecamatan Gladaksari Ampel Boyolali, Jawa Tengah pada 28/6. Ibu Sutinem merupakan istri dari almahrum Mitro Slamet yang meninggal 1 tahun lalu. Suaminya meninggal setelah pulang dari buruh tani ladang tetangga. Ibu Sutinem menanggung 5 anaknya yang masih kecil-kecil, tetapi karena ia mengalami kelainan mental dan tidak bisa bekerja, maka anak pertama yang berusia 15 tahun harus menanggung kebutuhan hidup keluarga, Juwadi.

Baca Juga :  KA Bima Jurusan Jakarta dan Malang akan Dioperasikan Kembali

Juwadi juga mengalami kelainan pendengaran dan bicara. Juwaji tidak bersekolah, sehari-hari ia bekerja sebagai buruh aspal. Adik Juwaji yang pertama, Rosidi (13 tahun) di Panti Asuhan Pamardi Utomo Boyolali. Adik yang kedua, Suwarno (10 tahun) di asuh oleh Panti Asuhan Pamardi Utomo Boyolali. Adiknya yang ketiga, Susanti (6 tahun) diasuh Ibunya, dan adiknya yang keempat Siti Utari (1,5 tahun) diasuh oleh Ibunya.

Untuk menghidupi putra putrinya, Ibu Sutinem hanya menunggu uluran tangan dari saudara, tetangga dan dari anaknya yang masih berusia 15 tahun. Aset yang dimiliki Keluarga Ibu Sutinem hanya sebidang tanah warisan dengan luas 300 m2, rumah ukuran 6×7 meter anyaman bambu, dan kambing 2 ekor. Keluarga Ibu Sutinem telah memiliki Kartu Kesehatan (KIS) dan bantuan sosial yang setiap bulannya mendapatkan beras 10 kg serta kartu keluarga harapan.

Baca Juga :  Viral Video Pria Tak Dikenal Pamerkan Alat Kelamin di Laweyan Solo, Ini Pengakuan Warga Sekitar

“Rumahnya kurang layak huni, lantai masih tanah dan dihuni oleh 4 orang yakni 3 anaknya dan Ibu Sutinem. Sedang yang 2 anak tinggal di Panti Asuhan. Tempat tidur hanya sehelai tikar anyaman dan dipan bambu anyaman, dapur kayu bakar, MCK plunglab galian, sedangkan listrik nyambung dari tetangga,” ugkap kordinator Sigab Solopeduli, Muhammad Nurdin.

Nurdin berharap masyarakat bisa segera membantu kebutuhan hidup keluarga Ibu Sutinem. Bantuan bisa disalurkan melalui Solopeduli, dengan datang ke Kantor langsung, penjemputan donasi maupun transfer khusus.

“Dana yang masuk akan segera kami salurkan untuk keluarga Ibu Sutinem,” imbuh Nurdin, Minggu (30/6/2019). Triawati PP