loading...
Loading...
Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM –  Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) telah benar-benar putu hubungan dengan bekas calon presiden Prabowo Subianto.

Hal itu mulai terlihat sejak penetapan Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden terpilih periode 2019-2024.

“Sudah tidak ada komunikasi, khususnya dengan PA 212,” ujar juru bicara PA 212, Novel Bamukmin saat dihubungi, Minggu (4/8/2019).

Novel tak menampik kekecewaannya akan hal tersebut. Musababnya, PA 212 turut berkeringat mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Untuk itu, Novel menyebut, PA 212 tak akan mengundang Gerindra dan tokoh-tokoh politik di kubu Prabowo dalam acara Ijtima Ulama IV di Hotel Lor In, Sentul pada Senin, 5 Agustus 2019.

“Makanya semua tokoh politik tak satu pun kami undang,” ujar dia.

Novel menyebut, lewat Ijtima Ulama IV, PA 212 ingin kembali ke khittah yang tidak menyangkutpautkan dengan politik praktis. Perjuangan tanpa partai dan politik.

Baca Juga :  Tak Hadiri Undangan KPK, Jokowi Pilih ke SMK Negeri 57, Apa Sebab?

Jauh sebelum itu, menurut Novel, sudah terjadi kebuntuan komunikasi dengan Prabowo. Pertemuan terakhir dengan Prabowo terjadi pada Selasa ( 21/5/ 2019) di rumah Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, setelah KPU mengumumkan Jokowi-Ma’ruf sebagai pemenang pemilu.

Saat itu, Prabowo dan Sandi menyampaikan rencana menggugat keputusan KPU ke Mahkamah Konstitusi.

Setelah melalui proses persidangan, MK memutuskan menolak seluruh gugatan Prabowo-Sandi pada 27 Juni 2019. Prabowo menyatakan menghormati hasil putusan MK.

Pada 30 Juni 2019, KPU menetapkan Jokowi-Ma’ruf sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2019-2024.

Dua pekan setelah penetapan itu, Prabowo bertemu dengan Jokowi di stasiun MRT Lebak Bulus. Pada Sabtu, 13 Juli 2019, Prabowo mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Jokowi sebagai presiden dan menyatakan siap membantu pemerintah jika diperlukan.

Novel Bamukmin mengaku tak diberi tahu soal pertemuan tersebut. Setelah itu, keduanya menerima banyak pertanyaan dari kolega mereka.

Baca Juga :  Aksi Kelompok MIT Tewaskan 1 Polisi dan Sandera Warga

Grup-grup WhatsApp pendukung Prabowo-Sandi yang mereka ikuti pun menjadi riuh.

“Banyak yang mengucapkan, ‘Selamat tinggal, Jenderal’,” ujar Novel, seperti dikutip dari Majalah Tempo edisi 22-28 Juli 2019.

Novel mengatakan pertemuan itu menjadi penanda koalisi mereka dengan Prabowo berakhir. Untuk itu, para ulama dan kelompok muslim pendukung Prabowo segera menggelar ijtimak keempat untuk mengambil sikap.

www.tempo.co

Loading...