loading...
Loading...
Ilustrasi/tempo.co

SUKABUMI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Masyarakat di pesisir selatan Sukabumi diimbau untuk bersikap tenang namun waspada pasca terjadinya gempa di Banten, Jumat (2/8/2019) malam.

Imbauan tersebut dikeluarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi.

“Tetap tenang, waspada dan selalu siaga,” kata Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman Sabtu (3/8/2019).

Sebagaimana diketahui, Kabupaten Sukabumi memiliki garis pantai sepanjang 117 kilometer dan terdapat beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Sukabumi yang masuk dalam daerah paling rawan terdampak bencana tsunami.

Baca Juga :  Dukung Ahok, Dahlan Iskan Buka Kartu Soal Pekerjaannya sebagai Komut Pertamina

BPBD Kabupaten Sukabumi masih melakukan pendataan jumlah kerusakan bangunan akibat gempa bermagnitudo 7,4 yang kemudian oleh BMKG dimutakhirkan menjadi 6,9 yang mengguncang Banten, Jumat (2/8/2019) malam.

Dari data sementara yang diperoleh BPBD, terdapat 15 kecamatan yang terkena dampak yaitu, Parakansalak, Cikembar, Ciambar, Sagaranten, Cidahu, Nagrak, Bojonggenteng, Kalapanunggal, Warungkiara, Sukaraja, Waluran, Cireunghas, Cisolok dan Cicantayan. Dari laporan BPBD, terdapat 26 rumah yang terkena dampak.

Baca Juga :  Bamsoet Mundur, Pengamat: Bohong Kalau Istana Tak Intervensi

Selain itu sebuah Majlis Talim juga mengalami rusak ringan.

www.teras.id

Loading...